Feeds:
Posts
Comments

tepat tanggal 8 April kemarin usia pernikahan kami 3 tahun. Ibarat seorang anak manusia kami sekarang masih belajar berkomunikasi, bersosialisasi, bermain. tapi di 3 tahun usia pernikahan kami, banyak sudah pelajaran dan hikmah yang kami dapatkan di samping masih banyaknya juga lika-liku ujian yang sampai hari ini masih belum mampu kami selesaikan, masih banyak sekali hal-hal yang perlu kami pelajari dari diri kami mulai dari kemampuan kami saling berkomunikasi, tindak-tanduk kami yang kadang masih belum sempurna sehingga secara tidak sengaja saling melukai satu sama lain, dan kebiasaan – kebiasaan kami yang masih belum mampu menyesuaikan dengan keinginan satu sama lain. misal kebiasaan yang menurut suami ku harus aku kurangi ternyata masih kadang kulakukan dan begitupun suamiku.

selama 3 tahun ini pula, aku dan suamiku menjalani pernikahan kami bukan tanpa cela. kadang kami bertengkar, walau untuk hal-hal terkecil seperti masalah kebersihan, disiplin, dsb. tapi berjalan dengan waktu pula  kami mulai mampu menangani ketidak sempurnaan pasangan kami dengan hati lapang. terutama aku, yang selalu belajar dan belajar. Dan ku harap suamiku juga begitu.

oh ya..3 tahun ini pula, hari – hari aku dan suami tambah berwarna dengan hadirnya buah hati kami hafidz, sekarang usianya sudah 10 bulan. iyah…hafidz, anakku, anak kami. sudah hadir di saat aku dan suami ku masih dalam proses belajar untuk saling memahami dan melengkapi. Tentu saja keegoisanku dan suami sudah harus mulai di tipiskan utk perkembangan psikologis anakku, plus tanggung jawab kami juga sudah mulai bertambah.

hmm..mengenai apa yang kami lakukan pada tanggal 8 april kemaren, karena suamiku sibuk persiapan pemilu tanggal  9 april kemaren, jadi kami tidak melakukan hal-hal istimewa yang berbeda dengan hari lainnya..hehe

akhirnya aku lulus juga

alhamdulillah aku sudah wisuda pada tanggal 31 januari 2009 kemaren di Depok. sekarang waktunya menggunakan ilmu yang aku punya untuk kebaikan.

sekarang sedang sibuk belajar mencari duit lewat internet nih. tapi sekedar ingin tahu aja sih, ga serius-serius banget

cuman uda lama banget sih aku ga online yah..hehe

nih fotoku

Tesis

Alhamdulillah,semester ini aku sudah menyelesaikan tesisku.Mudah-mudahan sidang pekan depan lancar.jadi aku bisa tenang revisinya,tinggal wisuda

pemilu walikota

kemaren aku baru aja meramaikan pemilu walikota tangerang. Aku diminta untuk menjadi saksi salah seorang calon walikota tangerang, padahal waktu aku masih single dulu aku sering ikutan jadi saksi emang klo udah nikah ga boleh pensiun ya??sekarang kan udah pnya anak..nanti anakku siapa yang urus??ya kan??

tapi..karena panggilan dakwah juga karena serunya pemilu di kota ku ini maka aku ikut berkontribusi.

jam 7 kurang 10 aku dengan setengah berlari membawa roller bersama anakku yang menyaksikan ibunya terengah-engah mendorongnya ke tps 12 hampirrrrrrr saja telat…alhamdulillah karena aku sudah kenal dengan petugas KPPS dan anggotanya jadi di tungguin…hehe

mereka kaget pas aku datang dengan terengah-engah sambil bawa anakku dan berteriak

aku : “belum dihitung kan pak kotak suaranya ???”
ketua kpps :”belum mba fitri”
aku : “alhamdulillah..”

terus mereka bingung kenapa aku bawa anak??huaaahaha

aku bilang aja..bibinya mau masak jadi dititipkan dulu ke aku, nanti diambil kok pak..tenang aja (emang bibinya lagi masak buat nasi bungkus untuk saksi)

sebenernya aku udah melanggar prosedur dengan membawa anak kecil??si hafis ganteng itu tenang aja lagi..dia tau mungkin klo umminya sedang berjuang (hehe)

gak lama kemudian surat suara dihitung..aku menggendong si hafis sambil menyaksikan pembukaan kotak sampai penghitungan kertas suara beserta atributnya dan ternyata si hafis yang biasanya rewel malah tertidur di bahuku

karena makin terasa aga berat menggendong hafis (sekarang beratnya udah 9,6 kg diusia 5 bln) aku taruh di roller tapi dia biasanya langsung bangun tapi kenapa hari itu dia tenang aja…padahal ga ada kipas dan suasana panas (anakku itu seneng banget ama kipas)

alhamdulillah semua berjalan dengan lancar…hafis tenang sampai jam 10 aku bawa dia pulang

*hafis anakku sayang…kamu masih bayi udah jadi saksi tps

Foto anakku

mau upload foto anakku aja kok kayaknya ga ada waktu deh…

berikut foto anakku…yang terbaru belum ada abis mau poto-poto ga ada baterainya hehe

kabar terbaru

sekarang tanggal 18 mei 2008 ya??hmm..padahal perkiraan dokter anakku lahir 17 mei dan aku udah cuti 3 pekan lamanya…tapi hanya ada kontraksi palsu plus cairan kental tapi tidak berwarna kemerahan seperti biasanya orang akan melahirkan…

ya Allah permudahlah kelahiran putra pertama hamba….

semoga anakku baik-baik saja dan dalam kondisi sehat. gerakkannya di rahimku masih aktif sekali dan detak jantung masih sehat, tapi senin ini aku akan periksa usg ke dokterku dan keputusan akhir hari senin bsk..

mudah-mudahan tidak caesar…(amiiin)

doakan kesehatan anakku dan aku ya teman-teman…

love you all…uhibukki fillah

fitri

Bingung cari nama?

ada teman-teman yg pnya usulan nama untuk anakku tidak??

ayo dongg…ditunggu aspirasinya….

lagi kebingungan cari nama nih :)

Sudah lama sekali tidak posting di blog ini, karena apa?karena aku sibuk dengan aktivitas mengajar untuk mengejar materi kuliah mahasiswaku…plus internet di kampusku yang lama banget, mungkin karena banyaknya orang yg meng-akses internet secara bersamaan sehingga rasanya lama sekali untuk bisa membuka blog kemudian meng-update blog

Alhamdulillah terhitung hari ini aku sudah mulai cuti kerja, sebenernya jumlah pertemuanku belum lengkap tapi minimal materi mengajar sudah lengkap kuberikan kepada mahasiswaku jadi aku tenang menyerahkan pertemuan selanjutnya kepada penggantiku karena tinggal presentasi proyek mahasiswa.

Oh ya…mengenai perkembangan putra pertamaku..

alhamdulillah sekarang sudah masuk usia 37 mg. Hari ini aku periksa ke dokter Teti di daerah Jombang, Pd.Aren. Ini adalah dokter perempuan ke-4 yang memeriksa kandunganku…hehe ketahuan banget ya klo aku orangnya ga pernah puas ampe harus ganti 4 Dokter. Dokter yang pertama adalah dokter Dewi di RS Muhammadiyah, ini adalah dokter yang pertama kali mendiagnosa bahwa aku hamil. Kenapa aku ke dokter ini?karena waktu itu aku bingung mau ke dokter mana..dan aku maunya dokter perempuan..pas aku hubungi semua rs yang ada dokter perempuannya yg ketemu dan praktek di hari aku ingin periksa ya dokter dewi..jd sejujur-jujurnya aku ga sengaja dan ga niat ke dokter dewi…abis jauh banget sih dari rumahku di Ciledug. Kemudian jadwal periksaku selanjutnya aku cari dokter yang dekat dengan lokasi tempat tinggalku..yaitu di bakti asih bersama dokter indang (dokter ke-2ku), beliau termasuk dokter yang paling sering memeriksa kandunganku. tapi karena waktu itu aku terdiagnosa plasentas previa, maka untuk mencari second opinion aku mencari dokter lain, dokter lamaku yaitu dokter oni khonsa.

aku pergi deh ke Tambak, Manggarai (lebih jauhkan??) tapi kali ini diantar sama Bapak pake mobil. Soalnya jauh bangetttt..dan setelah kata Dokter anakku baik dan sehat juga normal maka aku pindah lagi periksa ke Dokter Indang. Walaupun mertua dan ibuku memaksaku utk tetap menjadi pasien dokter oni..tapi??jauh banget periksanya…

nah…sampai usia 32 minggu aku masih tetap menjadi pasien Dokter Indang, karena USGnya itu gelap dan beliau pasiennya banyak sehingga konsultasi jadi cepet-cepet aku memutuskan mencari dokter perempuan lainnya, dan dapatlah aku informasi bahwa ada dokter perempuan yang praktek di sebuah rumah bidan bernama bidan Diah, karena kata orang bagus dan banyak yang puas dengan pelayanan yang dilakukan plus murah..(hehe) aku mencoba untuk periksa ke dokter tersebut. Dan sampai hari ini aku masih periksa di Dokter yang sama.

Hasil terakhir dari diagnosa dokter teti, anakku beratnya sudah 3,45 kg dengan kondisi sehat dan normal juga sangat aktif, jenis kelamin laki-laki. Aku disuruh diet klo mau lahir normal karena klo bayinya terlalu besar dalam kandungan maka akan sulit keluar dan otomatis harus Caesar. jadi pekan-pekan kemarin adalah pekan berat buatku karena aku harus diet ketat, tapi alhamdulillah anakku sudah masuk panggul jadi kata dokter masih ada kesempatan utk normal..(doakan ya teman-teman supaya aku lahir normal)

segitu dulu ya info dari aku

mudah-mudahan aku bisa posting lagi nanti pas anakku lahir..amin

Syaikh Ibrahim bin Muhammad bin Salim bin Dhoyyan berkata :

“Dan disunnahkan mencukur rambut bayi, bersedekah dengan perak seberat timbangan rambutnya dan diberi nama pada hari ketujuhnya. Masih ada ulama yang menerangkan tentang sunnahnya amalan tersebut (bersedekah dengan perak), seperti: al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani, Imam Ahmad, dan lain-lain.”

Hadist no.6: Dari Fatimah binti Muhammad ketika melahirkan Hasan, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak kepada orang miskin seberat timbangan rambutnya.” [Sanadnya Hasan, HR Ahmad (6/390), Thabrani dalam Mu’jamul Kabir 1/121/2, dan al-Baihaqi (9/304) dari Syuraiq dari Abdillah bin Muhammad bin Uqoil]

Bersedekah dengan Perak Seberat Timbangan Rambut

Syaikh Ibrahim bin Muhammad bin Salim bin Dhoyyan berkata: “Dan disunnahkan mencukur rambut bayi, bersedekah dengan perak seberat timbangan rambutnya dan diberi nama pada hari ketujuhnya. Masih ada ulama yang menerangkan tentang sunnahnya amalan tersebut (bersedekah dengan perak), seperti: al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani, Imam Ahmad, dan lain-lain.”

Adapun hadist tentang perintah untuk bersedekah dengan emas, ini adalah hadits dhoif.

Assalamu’alaikum wr.wb

Ustadz, saya ingin bertanya mengenai shodaqoh emas/perak seberat rambut bayi yang dicukur… apakah rambutnya harus dicukur habis ?
Dan apakah shodaqoh yang diberikan harus dalam bentuk emas/perak..atau apakah bisa dikurskan dengan nilai rupiah sesuai harga emas/perak saat itu…. dan sebaiknya diberikan pada siapa Ustadz…

Jazakillah,
Wassalamu’alaikum

Fitri

Jawaban:

Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh

Alhamdulillahi rabbil `alamin, washshalatu wassalamu `ala sayyidil mursalin, wa ba`du,

Mencukur rambut bayi merupakan sunah Mu�akkad, baik untuk bayi laki-laki maupun bayi perempuan yang pelaksanaannya dilakukan pada hari ketujuh dari kelahiran dan alangkah lebih baik jika dilaksanakan berbarengan dengan aqiqah. Hal tersebut, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: Rasulullah SAW bersabda: �Setiap yang dilahirkan tergadai dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh dari kelahirannya dan dicukur rambutnya serta diberi nama� (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan)

Dalam riwayat yang lain Rasulullah SAW bersabda : �Hilangkan darinya kotoran� (HR. Al-Bazzar) Ibnu sirin ketika mengomentari hadis tersebut berkata: �Jika yang dimaksud dengan kotoran tersebut adalah bukan mencukur rambut, aku tidak mengetahui apa maksudnya dengan hadis tersebut (fathul Bari)

Dalam mencukur tersebut disunahkan untuk mencukur sampai habis karena dalam lafadz hadis menggunkan kata Al-Halq yang berarti menggunduli. Kita tidak perlu khawatir bahwa hal tersebut akan membahayakan jiwa bayi yang baru lahir. Justeru sebaliknya banyak faedah yang didapatkan oleh bayi dengan dicukur rambutnya sampai habis.

Mengenai faedah dari mencukur rambut bayi tersebut, Ibnu Al-Qoyyim berkata: �Mencukur rambut adalah pelaksanaan perintah Rasulullah SAW untuk menghilangkan kotoran. Dengan hal tersebut kita membuang rambut yang jelek/lemah dengan rambut yang kuat dan lebih bermanfaat bagi kepala dan lebih meringankan untuk si bayi. Dan hal tersebut berguna untuk membuka lubang pori-pori yang ada di kepala supaya gelombang panas bisa keluar melaluinya dengan mudah dimana hal tersebut sangat bermanfaat untuk menguatkan indera penglihatan, penciuman dan pendengaran si bayi� (Athiflu Wa Ahkamuhu, hal 203-204)

Kemudian rambut yang telah dipotong tersebut ditimbang dan kita disunahkan untuk bersedekah dengan emas/perak atau nilainya sesuai dengan berat timbangan rambut bayi tersebut. Ini sesuai dengan perintah Rasulullah SAW kepada puterinya fatimah RA : �Hai Fatimah, cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak sesuai dengan berat timbangan rambutnya kepada fakir miskin� (HR Tirmidzi 1519 dan Al-Hakim 4/237)

Emas/perak atau nilai uangnya tersebut disedekahkan kepada fakir miskin sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT.

Dalam pelaksanaan mencukur rambut, perlu diperhatikan larangan Rasulullah SAW untuk melakukan Al-Qaz�u, yaitu mecukur sebagian rambut dan membiarkan yang lainnya (HR. Bukhori Muslim). Ada sejumlah gaya mencukur rambut yang termasuk Al-Qaz�u tersebut :
a. Mencukur rambut secara acak di sana-sini tak beraturan. b. Mencukur rambut bagian tengahnya saja dan membiarkan rambut di sisi kepalanya. c. Mencukur rambut bagian sisi kepala dan membiarkan bagian tengahnya d. Mencukur rambut bagian depan dan membiarkan bagian belakan atau sebaliknya.

Demikianlah tuntunan Rasulullah SAW dalam hal mencukur rambut bayi yang baru lahir, mudah-mudahan kita semua diberi hidayah oleh Alloh SWT agar terus bisa menghidupkan sunah Rasulullah SAW tersebut. Amien.

Wallahu a`lam bishshowab. Wassalamu `alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

sumber : http://www.syariahonline.com/new_index.php/id/6/cn/4422

surprise tak terhingga saat aku tau ada makhluk kecil tumbuh di dalam rahimku, sungguh tak pernah terlintas dalam fikiranku kalo keajaiban itu akan mendatangi kami di bulan yang mulia, Ramadhan.

5 minggu…usia embrio dalam rahimku saat aku merasa ada yang aneh dengan tubuhku. aku tak pernah tau klo rasa aneh itu adalah gejala dari mulai tumbuhnya sel-sel kecil di dalam rahim yang selama ini

Older Posts »