Archive

Archive for the ‘Artikel Islam’ Category

Aqiqah dan Timbangan Rambut

January 29, 2008 1 comment

Syaikh Ibrahim bin Muhammad bin Salim bin Dhoyyan berkata :

“Dan disunnahkan mencukur rambut bayi, bersedekah dengan perak seberat timbangan rambutnya dan diberi nama pada hari ketujuhnya. Masih ada ulama yang menerangkan tentang sunnahnya amalan tersebut (bersedekah dengan perak), seperti: al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani, Imam Ahmad, dan lain-lain.”

Hadist no.6: Dari Fatimah binti Muhammad ketika melahirkan Hasan, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak kepada orang miskin seberat timbangan rambutnya.” [Sanadnya Hasan, HR Ahmad (6/390), Thabrani dalam Mu’jamul Kabir 1/121/2, dan al-Baihaqi (9/304) dari Syuraiq dari Abdillah bin Muhammad bin Uqoil]

Bersedekah dengan Perak Seberat Timbangan Rambut

Syaikh Ibrahim bin Muhammad bin Salim bin Dhoyyan berkata: “Dan disunnahkan mencukur rambut bayi, bersedekah dengan perak seberat timbangan rambutnya dan diberi nama pada hari ketujuhnya. Masih ada ulama yang menerangkan tentang sunnahnya amalan tersebut (bersedekah dengan perak), seperti: al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani, Imam Ahmad, dan lain-lain.”

Adapun hadist tentang perintah untuk bersedekah dengan emas, ini adalah hadits dhoif.

Assalamu’alaikum wr.wb

Ustadz, saya ingin bertanya mengenai shodaqoh emas/perak seberat rambut bayi yang dicukur… apakah rambutnya harus dicukur habis ?
Dan apakah shodaqoh yang diberikan harus dalam bentuk emas/perak..atau apakah bisa dikurskan dengan nilai rupiah sesuai harga emas/perak saat itu…. dan sebaiknya diberikan pada siapa Ustadz…

Jazakillah,
Wassalamu’alaikum

Fitri

Jawaban:

Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh

Alhamdulillahi rabbil `alamin, washshalatu wassalamu `ala sayyidil mursalin, wa ba`du,

Mencukur rambut bayi merupakan sunah Mu�akkad, baik untuk bayi laki-laki maupun bayi perempuan yang pelaksanaannya dilakukan pada hari ketujuh dari kelahiran dan alangkah lebih baik jika dilaksanakan berbarengan dengan aqiqah. Hal tersebut, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: Rasulullah SAW bersabda: �Setiap yang dilahirkan tergadai dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh dari kelahirannya dan dicukur rambutnya serta diberi nama� (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan)

Dalam riwayat yang lain Rasulullah SAW bersabda : �Hilangkan darinya kotoran� (HR. Al-Bazzar) Ibnu sirin ketika mengomentari hadis tersebut berkata: �Jika yang dimaksud dengan kotoran tersebut adalah bukan mencukur rambut, aku tidak mengetahui apa maksudnya dengan hadis tersebut (fathul Bari)

Dalam mencukur tersebut disunahkan untuk mencukur sampai habis karena dalam lafadz hadis menggunkan kata Al-Halq yang berarti menggunduli. Kita tidak perlu khawatir bahwa hal tersebut akan membahayakan jiwa bayi yang baru lahir. Justeru sebaliknya banyak faedah yang didapatkan oleh bayi dengan dicukur rambutnya sampai habis.

Mengenai faedah dari mencukur rambut bayi tersebut, Ibnu Al-Qoyyim berkata: �Mencukur rambut adalah pelaksanaan perintah Rasulullah SAW untuk menghilangkan kotoran. Dengan hal tersebut kita membuang rambut yang jelek/lemah dengan rambut yang kuat dan lebih bermanfaat bagi kepala dan lebih meringankan untuk si bayi. Dan hal tersebut berguna untuk membuka lubang pori-pori yang ada di kepala supaya gelombang panas bisa keluar melaluinya dengan mudah dimana hal tersebut sangat bermanfaat untuk menguatkan indera penglihatan, penciuman dan pendengaran si bayi� (Athiflu Wa Ahkamuhu, hal 203-204)

Kemudian rambut yang telah dipotong tersebut ditimbang dan kita disunahkan untuk bersedekah dengan emas/perak atau nilainya sesuai dengan berat timbangan rambut bayi tersebut. Ini sesuai dengan perintah Rasulullah SAW kepada puterinya fatimah RA : �Hai Fatimah, cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak sesuai dengan berat timbangan rambutnya kepada fakir miskin� (HR Tirmidzi 1519 dan Al-Hakim 4/237)

Emas/perak atau nilai uangnya tersebut disedekahkan kepada fakir miskin sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT.

Dalam pelaksanaan mencukur rambut, perlu diperhatikan larangan Rasulullah SAW untuk melakukan Al-Qaz�u, yaitu mecukur sebagian rambut dan membiarkan yang lainnya (HR. Bukhori Muslim). Ada sejumlah gaya mencukur rambut yang termasuk Al-Qaz�u tersebut :
a. Mencukur rambut secara acak di sana-sini tak beraturan. b. Mencukur rambut bagian tengahnya saja dan membiarkan rambut di sisi kepalanya. c. Mencukur rambut bagian sisi kepala dan membiarkan bagian tengahnya d. Mencukur rambut bagian depan dan membiarkan bagian belakan atau sebaliknya.

Demikianlah tuntunan Rasulullah SAW dalam hal mencukur rambut bayi yang baru lahir, mudah-mudahan kita semua diberi hidayah oleh Alloh SWT agar terus bisa menghidupkan sunah Rasulullah SAW tersebut. Amien.

Wallahu a`lam bishshowab. Wassalamu `alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

sumber : http://www.syariahonline.com/new_index.php/id/6/cn/4422

Categories: Artikel Islam

Mengikis kesombongan

February 24, 2006 3 comments

Penulis:(Sarah Handayani)

Sombong berpangkal pada ujub. Hati yang ujub tinggal selangkah menjadi sombong. Mengikis kesombongan sangat penting bagi keselamatan hidup di dunia dan akhirat.

Dari ujub lahir kesombongan dan dari kesombongan lahir banyak keburukan yang nyata. Ujub adalah kekaguman seseorang terhadap dirinya sendiri. Misalnya, ujub terhadap ibadah yang telah dilakukannya, ujub terhadap usaha yang sudah diupayakan, dan hal lain yang terkait dengan kebanggaan terhadap apa yang telah dilakukan dirinya sendiri. Karenanya Ujub tidak menuntut adanya orang yang diujubi. Bila hanya ada satu orang saja di dunia ini. Ujub tetap mungkin muncul.
Sementara Rasulullah saw mendefinisikan kesombongan sebagai ‘melecehkan orang dan menolak kebenaran’. Artinya, kesombongan merupakan persoalan yang terkait dengan kehidupan bermasyarakat sekaligus berhubungan dengan Allah swt. Dengan kata lain, sombong menuntut adanya orang yang disombongi dan hal yang dipakai untuk bersombong. Misalnya, menyombongkan kekayaan, kecantikan, kepintaran kepada orang lain.

Perangai batin
Jenis kesombongan ada dua, yaitu zahir dan batin. Kesombongan zahir adalah perbuatan yang lahir dari anggota badan. Sedangkan kesombongan batin adalah perangai di dalam jiwa. Namun, Said Hawwa, seorang ulama besar di Mesir, dalam bukunya ‘Mensucikan Jiwa’, berpendapat bahwa istilah kesombongan lebih tepat sebagai perangai batin, karena amal perbuatan merupakan hasil dari perangai tersebut. Bila perangainya nampak di dalam anggota badan disebut berlaku sombong (takabbur). Bila tidak nampak maka disebut sebagai kesombongan (kibr).

Banyak perbuatan yang timbul dari kesombongan. Semakin besar kesombongan di dalam hati, maka semakin nyata bentuknya. Kesombongan dapat berwujud ingin selalu dihormati dan mendapat pelayanan serta tempat yang istimewa, tidak mau memulai mengucapkan salam terlebih dahulu, tidak mau mendengar nasihat untuk dirinya sendiri, jika ucapannya dibantah ia akan marah, memandang rendah orang lain dan lain-lain.

Kesombongan biasanya disebabkan karena orang menganggap dirinya besar. Anggapan ini didasarkan pada keyakinan akan kesempurnaan diri sendiri. Menurut Said Hawwa, setidaknya ada tujuh hal yang seringkali menjadi penyebab kesombongan, yaitu karena ilmu pengetahuan, amal dan ibadah, nasab keturunan, kecantikan, harta kekayaan, kekuatan dan keperkasaan, adanya pengikut atau pendukung.

Pihak yang disombongi
Secara umum, ada tiga pihak yang disombongi oleh seseorang, yaitu Allah, para Rasul dan seluruh makhluk ciptaan Allah. Pertama , sombong kepada Allah swt. Sombong kepada Allah swt adalah bentuk kesombongan yang paling keji karena seperti yang dikatakan oleh Rasulullah saw, ia termasuk kategori menolak kebenaran.

Salah satu contoh sombong kepada Allah swt adalah seperti yang dilakukan oleh Fir’aun. Orang yang sombong kepada Allah swt mendapat kepastian akan balasan neraka jahanam sebagaimana yang Allah swt tegaskan di dalam firmannya surat Fathir ayat 60, yaitu “Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepadaku, mereka akan masuk neraka jahanam dengan hina dina.”

Kedua , sombong kepada para Rasul. Bentuk kesombongan kepada para Rasul adalah keengganan jiwa untuk mematuhi dan meneladani kehidupan mereka. Salah satu bentuk kesombongan kepada para Rasul adalah seperti yang dilakukan oleh kaum kafir Quraisy yang enggan beriman kepada Nabi Muhammad saw. Kesombongan mereka terekam di dalam Al Quran surat Az Zukhruf ayat 31, yaitu “ Mengapa al-Qur’an ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeri (Mekkah dan Thaif) ini?”

Adapun Fir’aun sombong terhadap Allah swt sekaligus terhadap para RasulNya. Sebagaimana diungkapkan Allah swt di dalam Al Quran pada beberapa ayat berikut ini. “Berkatalah orang-orang yang tidak menanti-nanti pertemuan dengan kami: Mengapakah tidak diturunkan kepada kita malaikat atau (mengapa) kita tidak melihat Tuhan kita?” Sesungguhnya mereka memandang besar tentang diri mereka dan mereka benar-benar telah melampaui batas (dalam melakukan ) kezhaliman.”(Al Furqon : 21). Dalam surat Az Zukhruf ayat 53 Fir’aun mengatakan “Atau malaikat datang bersama-sama dia untuk mengiringkannya.”

Ketiga , sombong kepada seluruh makhluk ciptaan Allah swt. Bentuk kesombongan kepada makhluk ciptaan Allah swt yaitu menganggap diri lebih terhormat dan melecehkan orang lain sehingga tidak mau patuh terhadap mereka, meremehkannya dan tidak mau sejajar dengan orang lain. Sikap tersebut sesungguhnya bertentangan dengan firman Allah swt dalam hadits qudsi berikut ini, “Kebesaran adalah kain sarungKu dan kesombongan adalah kain selendangku. Barangsiapa melawan Aku pada keduanya niscaya Aku menghancurkannya.”

Pengikis kesombongan
Karena kesombongan termasuk hal yang membinasakan seluruh amalan perlu upaya serius untuk mengikis kesombongan yaitu dengan pengobatan kesombongan. Said Hawwa mengelompokkan ada dua kelompok dalam pengobatan untuk mengikis kesombongan ini. Pertama , pengobatan yang mengikis habis akar kesombongan dan mencabut pohonnya. Kedua, pengobatan untuk menolak kesombongan dengan faktor-faktor khusus yang dipakai manusia untuk menyombongkan dirinya dengan orang lain.

Sebagai terapi untuk mengikis kesombongan ada lima latihan yang dapat dilakukan :

Latihan pertama, berupaya untuk dapat menerima pendapat orang lain, ikhlas menerima kritik dan nasihat dari orang lain. Jika suatu kebenaran terungkap dari lisan temannya kemudian ia merasa berat untuk menerimanya, mematuhi atau mengakui, maka kemungkinan di dalam dirinya ada kesombongan yang tertimbun. Ia harus takut kepada Allah swt karena hal itu dan berupaya untuk menghilangkannya. Ingatlah, bahwa kesombongan tidak layak kecuali bagi Allah swt.

Latihan kedua, berupayalah untuk mendahulukan orang lain, seperti berjalan di belakang mereka, mendahulukan orang untuk mendapatkan giliran. Bila hal ini masih berat untuk dilakukan maka ia harus berupaya untuk menghilangkan rasa keberatan tersebut.

Latihan ketiga , penuhilah undangan orang miskin dan membantu keperluannya. Bila hal ini masih berat, maka berupayalah untuk menghilangkan keberatan tersebut dengan terus mengupayakan latihan tersebut sampai keberatan tersebut hilang.

Latihan keempat, lakukan pekerjaan yang biasa dilakukan oleh ‘bawahan’ untuk diri anda sendiri, seperti membuatkan minum, membawakan tas dan keperluan lainnya, membersihkan rumah atau tempat kerja. Masih adakah keengganan dan keberatan anda terhadap pekerjaan tersebut?

Latihan kelima, pakailah pakaian buruk. Karena keengganan jiwa memakai pakaian buruk di hadapan umum merupakan riya’ sedangkan di tempat sepi merupakan kesombongan.

Sesungguhnya, kesombongan merupakan penghalang masuknya seorang hamba ke dalam surga. Mengikis kesombongan di dalam hati setiap manusia menjadi suatu upaya yang senantiasa harus dilakukan setiap hamba yang beriman. Wallahu alam bishawab.

http://www.ummigroup.co.id/ummi/lengkap.php?id=75

Categories: Artikel Islam

Posting pertamaku

February 24, 2006 Leave a comment

Bismillahirahmanirrahim

Alhamdullilah akhirnya bisa buat blog kumpulan tausiyah….
ini adalah blog ke 3 yang aku buat….yg pertama lupa password :D , yang kedua blog rahasiaku…dan yang ketiga ini sengaja aku buat lagi untuk menampung kumpulan-kumpulan tausiyah yang aku ambil dari berbagai sumber :)

mudah-mudahan bermanfaat….
dan mudah-mudahan ga males UPDATE!!!hehehe

Categories: Artikel Islam
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.