Liburan ke Anyer

sudah lama banget tidak posting di blog ini, saat ini saya ingin berbagi tentang perjalanan saya berlibur pertama kali bersama keluarga di pantai Anyer. liburan panjang karena adanya cuti bersama tanggal 17 – 20 Mei 2012 saya manfaatkan sekali untuk mengajak Ibu dan Bapak jalan-jalan. Rencananya sendiri sudah lamaaa banget namun baru ada rezekinya sekarang jadi saya niatkan untuk menyenangkan hati orang tua, suami dan anak-anak saya.
Persiapan perjalanan ini sebenernya dadakan sekali, setelah saya cari informasi tanggal 16 Mei bahwa jalanan menuju Anyer macet parah karena sedang dalam perbaikan maka saya batalkan rencana perjalanan ke Anyer, namun karena Bapak mau bawa nanda (adikku) ke Laut jadi kami ganti arah ke pantai Ancol. Suami ga mau klo ke Ancol sudah bosen dan juga karena Suami saya sudah terlanjur ijin di kantor klo jum’atnya tidak hadir maka saya mencari tempat-tempat wisata laut yang bisa kami kunjungi hari itu, saya mencari lewat bantuan mbah google dan sedikit sekali informasi tempat wisata laut yang bisa saya temukan. sehingga suami memaksakan diri ke Anyer dan alhamdulillah Bapak dan Ibu sangat senang dan setuju sekali.

akhirnya saya dan suami mencari jalan dengan bertanya kepada yang sudah berpengalaman jalan ke Anyer, jalur alternatif. begitupun Bapak yang menghubungi beberapa teman untuk tahu jalan alternatif dan hasilnya kami keluar tol serang timur, masuk kota ketemu rek kereta api belok kiri, lurus ketemu perempatan belok kanan, setelah itu kami menemukan banyak rambu-rambu ke arah Anyer. Jalan alternatif ini bisa dibilang lancar, jalanan juga bagus sekali, sejuk karena bukit-bukit dan banyak pesantren yang kami lewati diantaranya pesantren nurul fikri. Perjalanan sekitar 2,5 jam kami sampai di bibir pantai. sepanjang jalan itu kami sudah bisa melihat laut, di sekitarnya banyak penginapan mulai dari bintang 5 sampai ga ada bintang.

mulailah kami mencari hotel untuk menginap, namun hotel penuh dan akhirnya kami menemukan salah satu villa di pinggir pantai yang bisa dibilang hotel melati. saya lupa namanya apa tapi terletak di sebelah kiri hotel patra. ini poto dari villa tersebut.

villa anyer
villa besar ini dibagi menjadi 2 bagian jadi jika Anda menyewa anda hanya mendapatkan setengah dari villa ini karena sudah disekat oleh pemilik villa. namun kapasitasnya mencapai 10 orang sehingga jika Anda membawa 20 orang bisa sewa 1 villa saja. harganya per setengah villa ini adalah 900rb ini di weekend siapa tau harga bisa beda di weekdays hehe. sehingga jika Anda menyewa seluruh villa di kali dua saja.
Melengkapi review saya tentang villa, berikut saya munculkan gambar dalamnya villa tersebut :
Kamar Tidur di Villa
di villa ini (yang sudah disekat menjadi 2 bagian) terdapat 2 kamar tidur yang nampak seperti    di poto ini, tiap kamar cukup untuk 5 orang, ada bantal dan guling 2 pasang (seingat saya).
ini adalah toilet villa terdapat 2 pintu, pintu luar jika Anda dari pantai berenang dan mau langsung mandi dan toilet dalam jika Anda dalam kondisi kering dan mau mandi.
ini adalah ruang bilas dekat toilet, buat Anda yang selesai bermain pasir bilas baru ke toilet
ada dapur juga di samping ruang bilas
ini pantai depan villa

kenanganku bersama pak eko

RIP 10/10/2011
kenal pak eko tahun 2004, menjelang pemilu pertama saat partai keadilan berganti menjadi partai keadilan sejahtera. Beliau adalah ketua dewan pimpinan (DPC) dan aku hanya kader biasa…bukan siapa-siapa karena aku baru saja ‘hijrah’ 2001. waktu itu akhwat baru ada 3 orang, mba noni, aku dan satu lagi ketua kewanitaan dpc (lupa namanya). setelah kemenangan pemilu, sudah jarang ketemu lagi..ketemu-ketemunya pas dauroh rekrutmen sma di sebuah villa di bogor…saat aku sudah menikah dan ternyata dia kenal suamiku (hehe)..dia kaget klo arif rachman (temannya) itu menikah dengan aku..
karena saat itu suamiku adalah ketua dpra, iya iya lah dia kan ketua dpra karena menikah dengan aku, klo ga mana mungkin jadi ketua dpra sudimara barat, dia pasti uda jadi ketua dpra cileubut, Bogor (hehe)

mulailah pertemuan-pertemuan sekilas pas pilkada, dan akhirnya undangan itu datang…dia menikah dengan teman aku juga. dwi anita sari (angkatan 2001) aku datang ke pernikahan mereka berdua sekitar tahun 2007/2008…dan bahagia ternyata takdir mempertemukan keduanya dalam ikatan suci yg disebut pernikahan…

setahun, dua tahun, tiga tahun kami jarang bertemu kecuali ada acara besar. tapi suamiku menjadi sahabat pak eko
tanpa aku ketahui apa saja yg pernah mereka bicarakan…

pertengahan tahun 2010 aku dengan istrinya dwi hamil dan gembira…karena akhirnya momongan yg di nantikan selama kurang lebih 3 tahun hadir.. tak lama sekitar 2 bulan setelah berita itu dwi di kiret…karena bayi dalam kandungannya tidak berkembang.

setelah itu aku tak tahu berita lagi dan hari ini 10 oktober 2011 jam 3 pagi, suami membangunkan aku sambil panik, dia bilang pak eko meninggal. aku langsung terbangun dan kita berdua seperti orang bingung duduk di ruang tamu. suami baca ternyata itu berita sudah dari kemaren…berarti meninggal dari kemarin. dan suamiku setelah lama tidak qiyamullail pada hari itu melakukan ibadah sunnah itu…setelah shalat subuh berjamaah aku dan suami langsung menuju kediaman pak eko

di sana ketemu dwi…yg lemah dan mata sembab, aku peluk erat
di depan tempat duduk aku sudah berbaring tubuh kaku, dengan wajah lembut spt orang yg sedang tertidur
tak ada pucat, biru atau seperti orang yg sudah tidak lagi memiliki ruh di jasadnya

pak eko..
ak saksi…kau orang yg baik,
orang yg istiqamah di jalan Allah,
saat sakit pun jarang mengeluh sehingga org di sekitarmu tak khwatir
pak eko..
suatu saat nanti kita pasti bertemu
dengan cara yang Allah ijinkan
selamat jalan sahabat…guru….senior….
smg Allah lapangkan kuburmu

amiin

Agar Anak Menyukai Air Putih

hafidz anak saya yang sebentar lagi berusia 3 tahun susah sekali di minta untuk minum air putih, karena memang dari awal saya yang salah mendidik dia dengan hanya memberikan asi, yang kemudian digantikan susu. gigi depannya saat ini pun rusak karena hobinya yang minum susu tapi tidak di bilas dengan air putih, berikut adalah artikel yg saya temukan di http://www.facebook.com/notes/yuk-jadi-orangtua-shalih/agar-anak-menyukai-air-putih/10150185610300700

Di tengah minuman manis yang menggiurkan, ciptakan trik agar anak menyukai air putih.

Konsumsi air putih sangat bermanfaat untuk tubuh. Hanya, banyak orang terutama anak-anak tidak menyukai rasa air putih yang hambar, sehingga enggan mengonsumsinya. Padahal kebutuhan air putih pada anak sangat penting.

Asupan air yang cukup pada anak dapat membantu meringankan gejala konstipasi, diare dan demam. Tetapi, bagaimana cara membujuk anak agar gemar minum air putih?

Dr Saptawati Bardosono, MD, Msc dari Departemen Nutrisi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia membagi trik agar anak menyukai air putih.

“Sebelum diperkenalkan minuman dengan berbagai rasa, perkenalkan dulu pada anak air putih. Jika tidak diperkenalkan rasa air putih sejak awal, anak bisa tidak menyukai konsumsi air putih. Rata-rata dari mereka, tidak suka karena tidak berasa,” katanya.

Untuk itu, kata dokter yang akrab disapa Tatik, orangtua harus punya trik khusus agar si kecil mau mencoba mengonsumsi air putih. Selain memperkenalkan rasa air putih sebelum menambahkan rasa dalam air, para orangtua juga bisa mennyajikan air putih dalam wadah yang menarik.

“Bisa menghidangkan dalam gelas yang menarik, menambahkan sedikit es batu atau buah-buahan di dalamnya agar anak tertarik untuk minum dari gelas tersebut. Atau bisa juga beri sedotan yang unik supaya dia tertarik untuk mencicipinya,” katanya.

Para orangtua pun perlu tahu, memberikan minuman dengan rasa pada anak terlalu dini, bisa memicu anak mengalami obesitas. “Obesitas bisa terjadi karena umumnya air yang berasa, apalagi rasa manis kalorinya tinggi, dan kalori tinggi bisa menimbulkan kegemukan,” Parlindungan Siregar SpPD, dokter spesilais penyakit dalam dari RS Cipto Mangunkusumo, menambahkan. (pet/vivanews)

perpisahan

hari ini aku mendengar kabar bahagia dari seorang sahabat, kami sudah menjadi sahabat lebih dari 15 tahun tapi kami menjadi dekat sejak tahun 2000 itu berarti kami sudah menjadi sahabat selama 11 tahun. Kami melewati hari-hari kami bersama-sama, mengerjakan tugas bersama, mengaji bersama, melewati tiap hari bersama..sampai tahun 2004 kami pun lulus bersama. Sahabatku ini menjadi lulusan terbaik saat itu, aku bangga sekali dengan dia. kemudian kami bekerja di tempat yang sama, bedanya dia menjadi staff rektorat, dan aku staff kemahasiswaan. tapi semua tetap sama, kami menjalani semua sama-sama karena kami mengajar jadi banyak hal yang bisa kami jadikan bahan diskusi.

Tahun 2005 awal aku mendapatkan beasiswa S2 dari Dekan sehingga aku meneruskan sekolah di gedung nusa mandiri,tapi sahabatku ini tidak mendapatkan tawaran karena tidak diijinkan oleh atasanya dengan alasan sibuk dengan tugas kantornya. hingga suatu saat aku di ajak ikut tes s2 Universitas Indonesia bersama dia, aku ikut saja karena saat itu aku juga mau membuktikan kepada Bapakku  klo aku bisa masuk Universitas Indonesia seperti cita-cita awalnya.

kemudian kami mengikuti tes itu bareng-bareng dan kami berdua pun alhamdulillah dinyatakan lulus seleksi dan masuk matrikulasi

ak dan sahabatku itu, menjalani semuanya bersama bahkan sampai lulus pun kami sama-sama, padahal waktu itu aku sudah sidang proposal duluan dari dia. ga tau kenapa aku pingin bisa lulus bersama-sama.

kami jalani wisuda kedua kali bersama-sama, di balairung depok UI 31 januari 2009…akhirnya kami bisa lulus setelah perjuangan panjang

aku masih meneruskan karirku sama seperti sebelumnya, bersama sahabatku ini..sejak tahun 2008 pula kami satu ruangan di ruang FTI2. status kami saat ini adalah dosen tetap. bukan lagi dosen merangkap karyawan seperti sebelumnya.

otomatis karena kami satu ruangan, banyak hal yang kami lalui lebih intens, lebih dekat, seperti keluarga karena hampir sebagian besar waktu kami adalah di kampus.

hari ini, sahabatku itu bercerita akan keluar dari kantor..dia mau resign! ak shock! aku sedih, aku ingin menangis dan memeluknya utk mengatakan jangan pergi..

aku sungguh tak menyangka dia akan pergi dengan cepat, di satu sisi aku senang akhirnya dia menemukan jalan. di sisi lain aku sedih karena aku harus berpisah dari dia, utk selamanya…dia ga ada lagi di sini, di ruangan ini. dia ga ada lagi bersamaku, ga bisa share ketawa2 seperti dulu…

aku pikir aku akan bersama dia selamanya seperti pendahulu-pendahulu kami, aku ga pernah  berpikir aku akan di tinggal tapi ak sering berpikir akan meninggalkan dia…(maaf ya sahabat)

sejujurnya aku juga merasa tidak nyaman di sini, tapi tidak tahu kenapa…aku berat, berat sekali meninggalkan yayasan ini…

sahabat….aku pasti akan merindukanmu, aku pasti akan merindukan jokes-jokes mu…

seandainya saja aku bs bilang…..”jangan pergi…………….”

semoga…di tempatmu yang baru kamu menemukan teman yang jauh lebih baik, lingkungan yang jauh lebih baik, atasan yang jauh lebih baik…semoga kamu menemukan apa yang kamu cari saat ini…

semoga….kita bisa bertemu kembali….

”Goblok Bener Sih, Mama!” Jangan Panik Bila Anak Anda Marah Begitu

Kata-kata kasar, umpatan jorok, bahkan perilaku kasar kadang dibawa anak sebagai oleh-oleh dari pergaulan- nya di luar. Tak perlu panik bila hal ini menimpa putra-putri Anda. Ada kiatnya, kok, untuk mengatasinya.
Punya anak usia prasekolah, Bapak-Ibu mungkin akan terkaget-kaget. Pasalnya, dari mulut sang buah hati yang sudah lancar berbicara ini, tak jarang terlontar kata-kata yang membikin merah telinga kita. Ambil contoh pengalaman Ny. Baskoro (34) berikut ini.

Suatu kali Dina, putrinya yang berusia 4,5 tahun, tengah mengerjakan PR melipat dan menempel. Seperti biasa, Ny. Baskoro mendampinginya sambil memperhatikan apa yang dikerjakan Dina dan membantunya kala mengalami kesulitan. Tak jarang Ny. Baskoro ikut mengerjakan PR anaknya itu. Nah, pada hari itu, ketika Ny. Baskoro membantu Dina melipat, tiba-tiba si kecil berteriak,

“Goblok bener , sih, Mama ini. Bikinnya gini , lo, Ma!” sambil merampas kertas tersebut dari tangan ibunya. “Saya sempat shock  mendengarnya. Kok, bisa-bisanya dia ngomong begitu? Padahal, selama ini saya dan ayahnya selalu mengajarinya sopan-santun, kalau ngomong juga enggak boleh teriak-teriak. Eh, tiba-tiba, kok, dia omong begitu dan perilakunya juga kasar, main rampas begitu. Dari mana, ya, dia mendapatkan kata-kata kasar seperti itu?” tutur Ny. Baskoro dengan nada bingung.

BELUM TAHU

Sebenarnya, bila kita paham bahwa anak seusia Dina mulai gemar bersosialisasi, maka kita tak akan terkaget-kaget apalagi sampai shock  seperti halnya Ny. Baskoro. Pasalnya, ketika anak mulai gemar bersosialisasi, maka ia pun akan menyerap segala hal dari lingkungannya, termasuk hal-hal buruk semisal omong kasar.

Jadi, sekalipun kita yakin tak pernah mengajarinya berkata-kata maupun berkelakuan buruk, namun bisa saja hal demikian terjadi pada si kecil. Anak usia prasekolah, seperti dikatakan Dra. Rostiana , sedang dalam masa perkembangan senang melakukan imitasi. Selain itu, “taraf berpikirnya masih praoperasional, belum sampai taraf operasional. Jadi, anak masih berpikir konkret sekali,” jelasnya.

Anak juga mulai mengembangkan konsep-konsep; konsep tentang teman, tentang baik-buruk, benar-salah, dan sebagainya. “Tapi justru disinilah bahayanya,” ujar Pembantu Dekan III Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara, Jakarta ini.

Soalnya, dalam perkembangannya yang demikian, apa yang ada di luar dan menarik perhatiannya, bisa langsung terserap olehnya tanpa ia tahu benar apakah kata-kata maupun perilaku itu buruk atau tidak. Dalam bahasa lain, karena anak belum tahu, maka akhirnya banyak hal yang tak diinginkan orang tua dan sebenarnya juga tak diajarkan, ternyata dilakukan anak. Termasuk memaki-maki seperti yang dilakukan Dina ataupun berkata-kata jorok, dan sebagainya.

SUMBER PENGARUH

Jadi, Bu-Pak, betapa besar pengaruh lingkungan terhadap buah hati tercinta yang sedang dalam masa tumbuh-kembang ini. Misalnya, si kecil tengah bermain bersama teman-temannya, lalu ia melihat seorang temannya merebut mainan anak lain dan menang.

“Bagi anak yang melihat, hal ini sangat mengasyikkan, walaupun anak yang direbut mainannya itu menangis. Karena ia berpikir, dengan merebut, ternyata mendapat sesuatu. Akhirnya ditirulah perilaku itu,” jelas Rostiana. Bukan berarti yang menjadi sumber pengaruh buruk ini hanya melulu terbatas pada teman mainnya, lo. “Sumbernya bisa datang dari siapapun juga dan dari mana pun si anak berada atau melihat.”

Misalnya, saat sedang jalan-jalan bersama Anda, si kecil melihat orang dewasa berantem sambil memaki-maki dengan kata-kata kasar maupun jorok. Ternyata, kejadian itu ditonton banyak orang dan bahkan disoraki.

Baginya, hal ini sangat exciting  karena perbuatan itu mendapat perhatian banyak orang dan mendapat dukungan pula dengan cara disoraki. Nah, karena ia belum bisa menangkap sebagai hal baik atau buruk, maka ditirulah. “Jadi, hanya sekadar imitasi.”

Namun, dalam imitasi tersebut, anak hanya akan meniru hal-hal yang exciting  buatnya. Terlebih lagi bila ada faktor reinforcement -nya (penguat). Jadi, kalau ada anak memaki temannya dengan kata-kata, “Goblok, lu !”, misalnya, lalu ada yang menyoraki, berarti ada reinforcement-nya. Ia pun tergerak untuk menirunya karena dengan cara itu, ia akan mendapat perhatian dari orang lain berupa sorakan teman-temannya. Dengan demikian, perilaku buruk akan tertanam pada anak bila ada model atau faktor pencetusnya dan ada faktor penguatnya. “Apalagi kalau saat ia mencoba meniru, ia juga diberi penguat oleh orang lain, dielu-elukan sebagai yang paling hebat, misalnya, maka makin kuatlah perilaku itu melekat padanya,” tutur Rostiana.

Selain itu, bila anak mengalami sendiri, misalnya, ia yang dikatai “goblok”, maka akan lebih membekas dibanding bila ia hanya menyaksikan orang lain yang dikatai seperti itu. Akibatnya pun lebih “parah”, bisa menimbulkan agresivitasnya. Saat di rumah, ia bisa melontarkan kata tersebut dengan sangat kasar, semacam pelampiasan dendam.

Perlu diketahui, pengaruh buruk ini biasanya lebih banyak diadopsi oleh anak perempuan. Soalnya, perkembangan verbal anak perempuan lebih cepat dibanding anak lelaki. “Kalau anak lelaki, justru perkembangan motoriknya yang lebih cepat,” jelas Rostiana. Namun demikian, bukan berarti anak lelaki tak bisa mendapat pengaruh buruk ini, lo. Jadi, sekalipun Bapak-Ibu hanya memiliki si Buyung, namun tetap perlu waspada.

REAKSI YANG TEPAT

Nah, dengan mengetahui bagaimana proses terjadinya pengaruh buruk tersebut, menurut Rostiana, yang paling penting dalam upaya mengatasinya adalah reaksi dari sekeliling anak. Bukankah tanggapan dari orang-orang di sekelilingnya ikut menentukan, apakah perilaku buruknya akan semakin buruk ataukah berubah baik?

“Bila lingkungan rumah si anak tak paham terhadap proses belajar anak usia ini, maka yang terjadi bisa macam-macam,” kata Rostiana. Bisa jadi tanggapan orang rumah malah menguatkan tingkah laku anak. Misalnya, ia mengatai kakaknya “goblok”, lantas kakaknya juga balas mengatai “goblok”. Berarti, hal ini saling menguatkan, kan?

Maka, perilaku itu pun akan lebih intens  lagi. Itulah mengapa, tanggapan atau reaksi yang tepat dari sekeliling sangat penting. Termasuk pula, tak menanggapi dengan larangan, “Eh, nggak boleh ngomong begitu, tidak sopan!” Jikapun melarang, sebaiknya orang tua juga menjabarkan tentang omongannya itu. Saat anak melontarkan kata “goblok”, misalnya, tanyakan, “Kak, goblok itu artinya apa, sih?” “Seringkali, jawaban yang diberikan anak tak sama dengan persepsi kita. Ia tak tahu apakah goblok itu. Ia hanya asal omong saja,” tutur Rostiana.

Bisa jadi jawabannya adalah, “Itu, lo, Ma, tadi si Ani nungging-nungging, terus Anto bilang, ‘goblok’.” Nah, salah, kan, arti goblok yang dimengertinya?

Lagi pula, bila anak tak dijelaskan, ia hanya tahu, omong “goblok” itu tak boleh karena itu sesuatu yang buruk. Sehingga, saat ia menjumpai kata “goblok” dalam konteks yang lain, ia pun akan kaget. Bukankah dalam konsep lain, kata “goblok” belum tentu buruk? Jadi, tandas Rostiana, tugas orang tualah menjelaskan arti sebenarnya dari kata tersebut dan menerapkannya sesuai konteksnya.

Misalnya, “Kata ‘goblok’ itu artinya bahwa orang itu belum mempunyai kemampuan untuk melakukan sesuatu. Misalnya, Ani belum bisa berhitung. Tapi bukan berarti ia goblok karena ia belum mencoba. Tapi kalau ia sudah berkali-kali nyoba  dan tetap saja enggak bisa, itu memang kategorinya goblok.” Dengan demikian, anak akan punya pertimbangan kapan kata itu diterapkan. Selain itu, anak pun perlu diberi tahu apa dampaknya bila ia melontarkan kata tersebut. Misalnya, “Temanmu bisa sakit hati. Nanti dia enggak mau lagi main sama kamu. Kamu jadi enggak punya teman. Nggak  enak, kan, kalau nggak punya teman?”

ARAHKAN TERUS

Begitupun kala anak menunjukkan perilaku buruk, orang tua harus memperlihatkan dampak dari perbuatannya itu. “Memberi tahu anak akan lebih efektif jika ia tahu konsekuensi dari tindakannya,” kata Rostiana. Selama anak cuma dilarang tak boleh, baginya masih abstrak karena ia tak tahu konsekuensinya. Jadi, misalnya, ia ngejorokin  dan meludahi adiknya, katakan, “Tadi Kakak lihat, kan, bagaimana Adik sewaktu Kakak jorokin dan ludahi?

Nah, bagaimana rasanya kalau Kakak yang dibegitukan?” Jadi, orang tua mengajari anak pada pola pikir yang konsisten bahwa kalau ada aksi pasti ada reaksi. “Dengan menggali reaksi anak, orang tua bisa mengarahkannya bila tak benar.” Yang justru jadi masalah bila ia malah bilang, “Biarin saja. Wong , Adik jahat sama aku, kok.”

Hal ini berarti, orang tua mesti lebih banyak lagi persuasifnya untuk memperlihatkan bahwa dampak dari perbuatannya itu buruk sekali sehingga tak boleh lagi dilakukan. Namun tentunya, pengarahan yang demikian tak hanya cukup sekali dilakukan. “Yang namanya anak, harus terus-menerus diingatkan sampai kebiasaan itu hilang.”

Jikapun kebiasaan itu tak kunjung hilang, jangan putus asa. Kita boleh, kok, menerapkan punishment . “Dulu anak saya punya kebiasaan mencubit. Nah, saat kami sedang bermain, seolah tanpa sengaja, ia saya cubit. Wah, ia kaget sekali dan sangat marah. Lantas saya bilang, ‘Rasanya bagaimana, Dik? Sakit, kan?

Itu pula yang dirasakan orang jika kamu cubit. Nggak  enak, kan, dicubit? Begitu juga orang lain.’ Dengan cara ini, sekaligus anak ditunjukkan dampaknya, juga tanpa sadar sebenarnya ia di-punish ,” tutur Rostiana. Selain itu, memperlihatkan dampak yang besar padanya pun, menurut Rostiana, sudah merupakan punishment  buat anak. Misalnya, ia memaki-maki dan memukul anak lain hingga anak itu menangis.

Nah, perlihatkan hal ini padanya bahwa akibat perbuatannya maka anak itu menangis tak henti-henti. “Coba, deh, kamu bayangin, ia akan menangis terus semalaman. Nanti akibatnya akan haus, tenggorokannya sakit, dan mungkin jadi tak bisa makan.”

Tentu saja bila ia bisa berkelakuan baik, bisa menahan diri untuk tak melontarkan kata-kata kotor atau perilaku buruk lainnya dalam jangka waktu tertentu, maka orang tua pun perlu memberikan rewards buatnya. “Rewards -nya tak perlu berupa es krim, misalnya, tapi pujian juga sudah sangat berarti buatnya.” Nah, Bu-Pak, sekarang sudah tahu, kan, bagaimana sebaiknya menghadapi si kecil yang suka melontarkan kata-kata ataupun berperilaku buruk?

KERJA SAMA DENGAN GURU

Alangkah baiknya bila Bapak-Ibu juga bekerja sama dengan guru si kecil di “sekolah”. Saran Rostiana , sering-seringlah bertandang ke “sekolah” anak, sekadar say hello  sama gurunya. Dengan demikian, kita jadi tahu bagaimana perilaku anak di “sekolah”nya. Juga, kalau ada pengaruh buruk dari temannya, kita bisa bekerja sama dengan guru dalam rangka menghilangkannya. Tak hanya itu, si guru pun bisa membantu untuk menghilangkan kebiasaan buruk tersebut pada sumbernya. Rostiana lantas menuturkan, betapa teman anaknya yang semula jadi trouble maker  di “sekolah” bisa berubah baik berkat bantuan guru.

“Tadinya anak itu senang mengganggu anak-anak lain hingga menangis. Nah, oleh gurunya, si anak diminta jadi ketua kelas. Ia diberi tanggung jawab untuk mengatur teman-temannya dan menjaga mereka; pokoknya, enggak boleh ada yang menangis atau bertengkar. Karena rasa tanggung jawabnya, malah ia yang menjaga teman-temannya, menolong temannya jika kesusahan, bahkan selalu mendahulukan teman-temannya agar main duluan dan dia yang menjaga. Tanggung jawabnya tumbuh dan akhirnya ia tak jadi trouble maker  lagi. Nah, ada hasilnya, kan, jika kerja sama dengan guru?” Jadi, Bu-Pak, jangan sungkan untuk “beramah-tamah” dengan guru si kecil, ya.

BIARKAN SI KECIL TETAP BERGAUL

Jangan mentang-mentang lingkungan bisa memberikan pengaruh buruk, maka Bapak-Ibu lantas melarangnya bergaul. Bahkan, sekalipun kita tahu dari mana atau siapa yang jadi sumbernya. Pasalnya, anak butuh sosialisasi. Selain itu, “sumber buruk ini, kan, enggak cuma dari temannya, tapi juga bisa dari tetangga atau orang di jalanan. Nah, dengan demikian, kita tak bisa melarang anak untuk bermain bersama teman-temannya,” tutur Rostiana

(sydh/Nova)

sumber : http://www.voa-islam.com/muslimah/pendidikan/2010/12/11/12247/goblok-bener-sih-mama-jangan-panik-bila-anak-anda-marah-begitu/

menjadi pengawas ujian

Menjadi pengawas ujian ternyata membuat stresss…..bagaimana tidak, mahasiswa yang ukurannya besar-besar itu seperti anak kecil. nyontek,sharing jawaban,dll

aku sampai harus berkeliling dan merobek kertas beberapa mahasiswa karena menemukan kertasnya tidak dikursinya tapi justru di kursi temannya

padahal ujian open book dan soal sudah  pernah di bahas

benar-benar ya..mungkin mereka memang sudah

beli laptop sony

kemaren 5 Desember 2010 aku membeli laptop merk sony vaio CZ baru setahun di pakai, baterai masih baru. processor core to duo, memory 2 Gb, hardisk 120Gb, badan mulus, 13 inch. dengan harga yg sangat murah….

awalnya aku males beli laptop ini, tapi karena harga pasarannya masih 20 juta dan klo seken masih harga >7 juta jadi aku beli aja. untung2 klo aku ga jadi make aku jual ke orang aja. kelemahannya cuma keyboardnya dari eropa…jadi tulisannya bacaan eropa gitu

ah..yg penting aku pnya laptop baru…alhamdulillah

laptop axioo pico ku aku jual deh ke orang….maapin aku ya pico..

 

he International Conference on New Media and Technology (ICNMT)

Universitas Muhammadiyah Surakarta mengadakan seminar international info lebih lanjut klik ICNMT

berikut important dates nya….

ikutan yukss

submission deadline of extended abstract 19 November 2010 extended to 8 December 2010
Notification of acceptance 10 December 2010 extended to 15 December 2010
Early registration deadline 23 December 2010
Normal registration deadline 17 January 2011
Deadline for submission of final manuscript 20 January 2011
Registration deadline for participant 03 February 2011
ICNMT 2011 Conference 17 February 2011

kakak sekarang uda 2 tahun 7 bulan, makin besar makin pintar. sudah hafal surat al-fatihah, hafal doa tidur, doa makan, doa menuntut ilmu, doa selesai shalat. sudah mengenal qatam 100 flash card, selalu minta di bacakan buku, senang dinosaurus sampai hafal nama-namanya.

ternyata benar ya menghadiahkan buku kepada anak kita itu sesuatu yang luar biasa, ga salah ummi dan abi menghadiahkanmu buku dari sygma..walau harganya mahal sekali tapi supaya kakak jadi anak pintar ummi ga sayang.

sekarang klo belanja dan lihat maenan pasti minta dibelikan, tapi uda tahu klo dinasehatin dan uda ngerti klo di jelasin dengan bahasa anak2.

sekarang umi seneng  klo ajak kakak jalan, soalnya kakak uda tau mau main apa, mau beli apa, uda bisa komentar klo di ajak jalan…

semoga kakak tambah pintar…sehat dan jadi anak shaleh. amiin

love u kakak🙂

basah kuyup

tidak biasanya jum’at di awali dengan hujan, bermula dari jam 4 pagi…pas adzhan subuh…deras sekali, membuat malas kerja yah…hehe

sampai jam 7 hujan tidak mereda malah makin deras..terpaksa aku berangkat hujan-hujan-an dengan adikku ani yang kerja dekat kantor, nebeng naik motor supaya tidak telat…tapi jas ujanku cuma nutup badan, lengan dan kaki tidak tertutup, aku pikir akan baik-baik saja karena aku udah bawa celana panjang serep, kaos kaki serep dan tas uda pake jas ujan juga khusus untuk tas laptop

tapi ternyataaaa…..ujan makin deras..otomatis lenganku basah dan sampe ke kerudung..waaaa :((

haduhh dinginnnnn brrrrr….sampe kampus basah kuyup! kata adikku lagian pakai jas ujan cuma setengah, tapi bagusan aku tadi pake jas ujan biasanya mah nekad

terpaksa ngajar dengan baju setengah basah dan berpikir untuk pulang setelah ngajar tapi kemudian jam 10..bajuku keringgg

alhamdulillah…

karena aku ngajar sampai malam hari ini… :((

bismillah…ya Allah semoga hari ini semua lancar dan aku diberikan kesehatan sehingga semua amanah bisa aku jalankan dengan baik..amiin

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.