Aqiqah dan Timbangan Rambut

Syaikh Ibrahim bin Muhammad bin Salim bin Dhoyyan berkata :

“Dan disunnahkan mencukur rambut bayi, bersedekah dengan perak seberat timbangan rambutnya dan diberi nama pada hari ketujuhnya. Masih ada ulama yang menerangkan tentang sunnahnya amalan tersebut (bersedekah dengan perak), seperti: al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani, Imam Ahmad, dan lain-lain.”

Hadist no.6: Dari Fatimah binti Muhammad ketika melahirkan Hasan, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak kepada orang miskin seberat timbangan rambutnya.” [Sanadnya Hasan, HR Ahmad (6/390), Thabrani dalam Mu’jamul Kabir 1/121/2, dan al-Baihaqi (9/304) dari Syuraiq dari Abdillah bin Muhammad bin Uqoil]

Bersedekah dengan Perak Seberat Timbangan Rambut

Syaikh Ibrahim bin Muhammad bin Salim bin Dhoyyan berkata: “Dan disunnahkan mencukur rambut bayi, bersedekah dengan perak seberat timbangan rambutnya dan diberi nama pada hari ketujuhnya. Masih ada ulama yang menerangkan tentang sunnahnya amalan tersebut (bersedekah dengan perak), seperti: al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani, Imam Ahmad, dan lain-lain.”

Adapun hadist tentang perintah untuk bersedekah dengan emas, ini adalah hadits dhoif.

Assalamu’alaikum wr.wb

Ustadz, saya ingin bertanya mengenai shodaqoh emas/perak seberat rambut bayi yang dicukur… apakah rambutnya harus dicukur habis ?
Dan apakah shodaqoh yang diberikan harus dalam bentuk emas/perak..atau apakah bisa dikurskan dengan nilai rupiah sesuai harga emas/perak saat itu…. dan sebaiknya diberikan pada siapa Ustadz…

Jazakillah,
Wassalamu’alaikum

Fitri

Jawaban:

Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh

Alhamdulillahi rabbil `alamin, washshalatu wassalamu `ala sayyidil mursalin, wa ba`du,

Mencukur rambut bayi merupakan sunah Mu�akkad, baik untuk bayi laki-laki maupun bayi perempuan yang pelaksanaannya dilakukan pada hari ketujuh dari kelahiran dan alangkah lebih baik jika dilaksanakan berbarengan dengan aqiqah. Hal tersebut, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: Rasulullah SAW bersabda: �Setiap yang dilahirkan tergadai dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh dari kelahirannya dan dicukur rambutnya serta diberi nama� (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan)

Dalam riwayat yang lain Rasulullah SAW bersabda : �Hilangkan darinya kotoran� (HR. Al-Bazzar) Ibnu sirin ketika mengomentari hadis tersebut berkata: �Jika yang dimaksud dengan kotoran tersebut adalah bukan mencukur rambut, aku tidak mengetahui apa maksudnya dengan hadis tersebut (fathul Bari)

Dalam mencukur tersebut disunahkan untuk mencukur sampai habis karena dalam lafadz hadis menggunkan kata Al-Halq yang berarti menggunduli. Kita tidak perlu khawatir bahwa hal tersebut akan membahayakan jiwa bayi yang baru lahir. Justeru sebaliknya banyak faedah yang didapatkan oleh bayi dengan dicukur rambutnya sampai habis.

Mengenai faedah dari mencukur rambut bayi tersebut, Ibnu Al-Qoyyim berkata: �Mencukur rambut adalah pelaksanaan perintah Rasulullah SAW untuk menghilangkan kotoran. Dengan hal tersebut kita membuang rambut yang jelek/lemah dengan rambut yang kuat dan lebih bermanfaat bagi kepala dan lebih meringankan untuk si bayi. Dan hal tersebut berguna untuk membuka lubang pori-pori yang ada di kepala supaya gelombang panas bisa keluar melaluinya dengan mudah dimana hal tersebut sangat bermanfaat untuk menguatkan indera penglihatan, penciuman dan pendengaran si bayi� (Athiflu Wa Ahkamuhu, hal 203-204)

Kemudian rambut yang telah dipotong tersebut ditimbang dan kita disunahkan untuk bersedekah dengan emas/perak atau nilainya sesuai dengan berat timbangan rambut bayi tersebut. Ini sesuai dengan perintah Rasulullah SAW kepada puterinya fatimah RA : �Hai Fatimah, cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak sesuai dengan berat timbangan rambutnya kepada fakir miskin� (HR Tirmidzi 1519 dan Al-Hakim 4/237)

Emas/perak atau nilai uangnya tersebut disedekahkan kepada fakir miskin sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT.

Dalam pelaksanaan mencukur rambut, perlu diperhatikan larangan Rasulullah SAW untuk melakukan Al-Qaz�u, yaitu mecukur sebagian rambut dan membiarkan yang lainnya (HR. Bukhori Muslim). Ada sejumlah gaya mencukur rambut yang termasuk Al-Qaz�u tersebut :
a. Mencukur rambut secara acak di sana-sini tak beraturan. b. Mencukur rambut bagian tengahnya saja dan membiarkan rambut di sisi kepalanya. c. Mencukur rambut bagian sisi kepala dan membiarkan bagian tengahnya d. Mencukur rambut bagian depan dan membiarkan bagian belakan atau sebaliknya.

Demikianlah tuntunan Rasulullah SAW dalam hal mencukur rambut bayi yang baru lahir, mudah-mudahan kita semua diberi hidayah oleh Alloh SWT agar terus bisa menghidupkan sunah Rasulullah SAW tersebut. Amien.

Wallahu a`lam bishshowab. Wassalamu `alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

sumber : http://www.syariahonline.com/new_index.php/id/6/cn/4422

3 Comments

  1. Ass.wr.wb.
    Afwan ustadz, kami terlalu bodoh tentang banyak hal, seperti halnya yang diungkapkan di atas. ustadz, kami mohon penjelasan, bila ternyata sampai usia bayi kami 10 hari belum dicukur rambutnya, bagaimana bila cukurnya melebihi dari 7hari yang disunnahkan, apakah masih bisa disedekahkan berat rambut tsb dengan perak untukfakir miskin? dan perlu diketahui bahwa rencana aqiqah akan kami lakukan pada hari ke 14, bagaimana ustadz?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s