kenanganku bersama pak eko

RIP 10/10/2011
kenal pak eko tahun 2004, menjelang pemilu pertama saat partai keadilan berganti menjadi partai keadilan sejahtera. Beliau adalah ketua dewan pimpinan (DPC) dan aku hanya kader biasa…bukan siapa-siapa karena aku baru saja ‘hijrah’ 2001. waktu itu akhwat baru ada 3 orang, mba noni, aku dan satu lagi ketua kewanitaan dpc (lupa namanya). setelah kemenangan pemilu, sudah jarang ketemu lagi..ketemu-ketemunya pas dauroh rekrutmen sma di sebuah villa di bogor…saat aku sudah menikah dan ternyata dia kenal suamiku (hehe)..dia kaget klo arif rachman (temannya) itu menikah dengan aku..
karena saat itu suamiku adalah ketua dpra, iya iya lah dia kan ketua dpra karena menikah dengan aku, klo ga mana mungkin jadi ketua dpra sudimara barat, dia pasti uda jadi ketua dpra cileubut, Bogor (hehe)

mulailah pertemuan-pertemuan sekilas pas pilkada, dan akhirnya undangan itu datang…dia menikah dengan teman aku juga. dwi anita sari (angkatan 2001) aku datang ke pernikahan mereka berdua sekitar tahun 2007/2008…dan bahagia ternyata takdir mempertemukan keduanya dalam ikatan suci yg disebut pernikahan…

setahun, dua tahun, tiga tahun kami jarang bertemu kecuali ada acara besar. tapi suamiku menjadi sahabat pak eko
tanpa aku ketahui apa saja yg pernah mereka bicarakan…

pertengahan tahun 2010 aku dengan istrinya dwi hamil dan gembira…karena akhirnya momongan yg di nantikan selama kurang lebih 3 tahun hadir.. tak lama sekitar 2 bulan setelah berita itu dwi di kiret…karena bayi dalam kandungannya tidak berkembang.

setelah itu aku tak tahu berita lagi dan hari ini 10 oktober 2011 jam 3 pagi, suami membangunkan aku sambil panik, dia bilang pak eko meninggal. aku langsung terbangun dan kita berdua seperti orang bingung duduk di ruang tamu. suami baca ternyata itu berita sudah dari kemaren…berarti meninggal dari kemarin. dan suamiku setelah lama tidak qiyamullail pada hari itu melakukan ibadah sunnah itu…setelah shalat subuh berjamaah aku dan suami langsung menuju kediaman pak eko

di sana ketemu dwi…yg lemah dan mata sembab, aku peluk erat
di depan tempat duduk aku sudah berbaring tubuh kaku, dengan wajah lembut spt orang yg sedang tertidur
tak ada pucat, biru atau seperti orang yg sudah tidak lagi memiliki ruh di jasadnya

pak eko..
ak saksi…kau orang yg baik,
orang yg istiqamah di jalan Allah,
saat sakit pun jarang mengeluh sehingga org di sekitarmu tak khwatir
pak eko..
suatu saat nanti kita pasti bertemu
dengan cara yang Allah ijinkan
selamat jalan sahabat…guru….senior….
smg Allah lapangkan kuburmu

amiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s