Search

All About Me

Safitri Juanita Personal Website

Category

Artikel Islam

Kumpulan artikel Islam, yang bisa menambah wawasan keIslaman. Artikel ini berisi berbagai macam artikel yang menarik dan enak dibaca

Ruqyah Mandiri

💍 SERI RUQYAH SYAR’IYYAH

RUQYAH MANDIRI

كيف أرقي نفسي

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على اشرف الانبياء والمرسلين وعلى آله واصحابه أجمعين: أما بعد:

✏ Meruqyah diri sendiri sangat dianjurkan apalagi ditempat kita tidak ada peruqyah,atau kalaupun ada, kita bingung masalah biaya dll. Untuk itu kali ini saya akan berbagi mengenai cara meruqyah diri sendiri agar ketika kita, atau orang lain, terindikasi ada gangguan jin kita bisa langsung meruqyah diri sendiri maupun orang lain.

✏ Sebelum melakukan ruqyah mandiri perhatikan adab-adabnya dulu yaitu:

1.Harus dalam keadaan suci/wudhu

2.Menyakini bahwa ruqyah hanya sebagai sebab sedangkankan yang menyembuhkan hanya Allah Ta’ala.

3.Bertobat dari segala bentuk dosa,terutama dosa kesyirikan.

4.Tempatnya harus kondusif. Bebas dari hal-hal yg diharamkan seperti bersih dari gambar-gambar bernyawa, patung,lonceng, anjing, dan suara-suara musik dan nyanyian. Semua ini harus dihilangkan selama-lamanya,bukan waktu ruqyah saja.

5.Bila ada jimat-jimat harus dihancurkan.

6.Duduklah dengan tenang menghadap ke kiblat. Dianjurkan dilakukan setelah shalat.

7.Niatkan dalam hati tujuan meruqyahnya

8.Mulailah dengan memuji Allah Ta’ala dan bershalawat kepada Rasulloh shallallohu ‘alaihi wa sallam, seperti:

أعوذ باالله من الشيطان الرجيم
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على اشرف الانبياء والمرسلين وعلى آله واصحابه أجمعين.

→ Lalu perbanyak istiqfar bisa 3x atau 100x,
lalu baca hauqalah 3x:

لا حول ولا قوة الا باالله

lalu baca do’a 3x:

يا حي يا قيوم برحمتك أستغيث
“Wahai Zat yang Maha Hidup dan terus menerus mengurus makhluk-Nya dengan rahmat-Mu aku mohon pertolongan”.

→ Lakukan ruqyah mandiri dengan usapan 3 qul.

→ Ruqyah dengan usapan 3 qul, bisa diniatkan untuk:
1. Pembentengan (dari segala mara
bahaya termasuk dimasuki penyakit)

2. Pembakar penyakit (fisik, psikis,gangguan jin dan serangan sihir)

3. pengeluaran penyakit (fisik, psikis, gangguan jin dan serangan sihir)

BENTUK USAPAN :
…………………………………
👉🏿 LAKUKAN DENGAN KONSENTRASI PENUH DAN KHUYUK MEMBACA AYAT).

👉🏿 Teknisnya
Dekatkan tangan ke mulut seperti berdoa, kira2 atau 5 cm, baca ta’awwudz dan 3 Qul, setiap selesai 1 surah tiup ke telapak tangan.
👉🏿 Setelah selesai 3 surah tersebut usapkan ke seluruh anggota tubuh yg bisa dijangkau. Mulai dari wajah, kepala, leher, setiap sisi tangan mulai dari kanan, badan bagian depan, belakang, lalu kaki mulai dari kanan.

👉🏿 efeknya bisa untuk perlindungan, penyembuhan sakit, pembakar penyakit dan jin yg ada ditubuh, tergantung niat.

🔎 Jika terasa keram/kesemutan/panas/dingin tarik ke luar badan lalu lemparkan sambil membaca takbir.

🔎 Jika sakit/tidak nyaman bagian tertentu/merinding, usap2 sambil baca ayat ruqyah misal al ikhlas, lalu tarik dan lemparkan ke luar.

🔎 Jika ada kedutan atau berlarian di badan, maka pukulkan dan lembarkan ke luar badan sambil baca takbir. Niatkan melemparnya jauh2.

👉🏿 Ruqyah ini hendaknya rutin dilakukan sebelum tidur sebagai perlindungan. Namun perlu dipahami, bahwa ruqyah untuk perlindungan berbeda untuk pengobatan.

✏ Untuk pengobatan hendaknya diniatkan untuk menyembuhkan.

Hal ini berdasarkan hadits yang dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Muslim:

“Adalah Rasulullah apabila beliau akan tidur beliau meniup kedua tangan beliau dan membaca mu’awwidzat (ayat-ayat perlindungan al falaq dan an nas) lalu mengusap dengan itu seluruh jasadnya.” (HR. Al-Bukhari no. 6319, Muslim, Abu Dawud no. 5057, Ibnu Majah, dan Ahmad no. 23708 dari shahabat ‘Aisyah)

✏ Apa yang dimaksud dengan ayat-ayat perlindungan? Dan bagaimana tatacaranya yang dipraktekkan Rasulullah ? Telah dijelaskan dalam riwayat Abu Dawud (no. 5057) tentang yang dimaksud dengan doa perlindungan dan tatacaranya, yaitu:

“Dari ‘Aisyah, bahwa Nabi apabila menuju tempat pembaringan pada setiap malam, beliau menghimpun kedua telapak tangan beliau kemudian meniupnya dan membaca Qul Huwallahu Ahad dan Qul A’udzubirabbil Falaq dan Qul A’udzubi Rabbi An-Nas kemudian dia mengusap seluruh tubuh beliau, dan beliau memulai dari kepala kemudian wajah dan bagian depan jasad dan beliau lakukan hal itu tiga kali.” (Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam kitab Shahih Sunan Abu

🔎 Kemudian untuk penyembuhan, berdasarkan hadits dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan:

Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca Al- Mu’awidzat, lalu meniupkan tangan untuk diusap ke badannya ketika beliau sakit yang mengantarkan kematian. Ketik Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah sangat parah, aku (Aisyah) yang meniupkan ke tangan dengan bacaan surat tersebut, dan aku gunakan tangan beliau untuk mengusap badan beliau, karena tangan beliau berkah.
(HR. Bukhari no. 5735)

✏ Ruqyah selanjutnya, jika merasa sakit bagian tertentu, bacakan ayat-ayat ruqyah dengan khusyu’ sambil memegang tempat yg sakit. Kekhusyu’an hanya bisa didapatkan dgn memahami apa yg dibaca. Jadi pahamilah apa yg dibaca dgn baik.Jadilah pembaca yang faham.
Untuk do’a ruqyah bisa dari Alquran dan hadist sahih dari Rasululloh.

✅ Diantara yg di anjurkan dari Alquran adalah:

1.Alfatihah
2.Albaqarah:1-5
3.Albaqarah:102
4.Albaqarah:163-164
5.Albaqarah:255-257
6.Albaqarah:284-286
7.Al-Imran:18-19
8.Al-A’raf:54-56
9.Al-Mukminun:115-118
10.Asshoffat:1-10
11.Al-Ahqaf:29-32
12.Ar-Rahman:33-36
13.Al-Hasyr:21-24
14.Al-Jin:1-9
15.Alikhlas,Alfalaq,dan An-Nas.

✅ Adapun dari hadist sahih dari Nabi diantaranya:

1.اَللَّهُمَّ أَذْهِبِ اْلبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ، اِشْفِ وَ أَنْتَ الشَّا فِيْ لاَ شِفَاءَ إِلاَّشِفَا ؤُكَ شِفَاء ًلا يُغَادِرُسَقَمًا.

Allahumaa ‘adzhibil ba’sa robbannas, isyfi wa ‘antasyafiy laa syifaa’a ‘illa syifaa ‘uka syifaa’anlaa yughoodiru saqomaa
“Ya Allah, hilangkan penyakit ini, wahai Penguasa seluruh manusia, sembuhkanlah ! Engkaulah yang menyembuhkan, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, sembuhkanlah dengan kesembuhan sempurna tanpa meninggalkan rasa sakit.”

2.Letakkan tangan ditempat yg sakit lalu baca:

بِسْمِ اللهِ، بِسْمِ اللهِ، بِسْمِ اللهِ،أعُوْذُ بِعِزَّةِاللهِ وَ قُدْ رَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ.
Bismillahi (3x), a’uwdzu bi’izzatillahi waqudrotihi min syarrimaa ajidu wa uhaadziru

“Dengan nama Allah, dengan Nama Allah, dengan nama Allah, aku berlindung dengan keperkasaan Allah dan kekuasaan-Nya dari kejahatan yang aku hadapi dan aku hindari”.

✅ Untuk pemula cukup itu dulu. Yg penting tanamkan keimanan yg kuat bahwa do’a2 diatas hanya sebab saja sedangkan yg menyembuhkan Allah Ta’ala semata.

Selamat mengamalkan.
Muhibukum fillah..
Grup Ruqyah Syar’iyyah Kaltim.

🌐 Group BIS & BMS – Dakwah Untuk Umat 💐
══════ ❁✿❁ ══════
📢 Published By:
♻ Bimbingan Muslim Shalih (BIS) & Bimbingan Mar’ah Shalihah (BMS)
Admin:
📲 082344096067 (Ikhwan)
📲 085642021053 (Akhwat)
Ketik: daftar#nama#asal

Ikuti juga chanel: 📮Telegram
@moslemlearning
@alquranalhadits
•┈┈•••○○❁🌸❁○○•••┈┈•
📚 Kurikulum Bimbingan :
Aqidah, Fikih, Hadits, Manhaj, Adab, Petuah Ulama, Tazkiyatun Nufus, Tanya Jawab, Dll.
•┈┈•••○○❁🌸❁○○•••┈┈•

Penyakit ‘Ain dari Hewan dan Solusinya

Pertanyaan :
Gimana ciri-ciri jika kena ain dari hewan / binatang peliharaan?saya ngerawatin kucing .. lalu kucingnya sakit stlh sdh sy usahakan dibawa ke Dokter.. di infus Dan sbg..lalu kucingnya mati…saya masih suka sedih , kadang merasa bersalah.. g sembuh 😥😭 saya kena ain atau nafs ada yg hilang ya ustadz.

Jawab :
Sebagian hewan bisa menimpakan pengaruh ‘ain pada manusia, menimpakan imbasnya, dan ada yg sudah membunuh manusia dengan ainnya…

Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan :


“Ada jenis ular yg terkenal jika pandangannya menimpa manusia akan membahayakan, diantara ular tsb ada yg kuat kondisi ain-nya sehingga membuat janin gugur dari kandungan, diantara jenis ular ada yg membuat mata menjadi buta, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai AL-ABTAR (ular yg pendek buntutnya/ ular buntung) dan mengenai DZU THUFYATAIN (ular yg memiliki 2 garis hitam di punggungnya)…

Diantara ular : “”Sesungguhnya dua jenis ular itu membutakan mata manusia, dan menggugurkan kandungan” (Zaadul Ma’aad jilid 4 hal.149)


Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas bahwa anjing adalah jin, yakni dia adalah bagian dari bangsa jin maka apabila ia mengerumunimu saat makan lemparkanlah sesuatu ke arahnya karena memiliki (pengaruh) jiwa/al-‘ain… (At-Tamhid jilid 14 hal.229)

Dari apa yg telah terjadi, kita menemukan beberapa imbas pengaruh al-‘Ain yg menimpa sebagian manusia dari pandangan kucing.. seringnya terjadi saat waktu makan, yg saat itu kucing dalam keadaan lapar melihat setiap suapan makanan yg masuk ke mulut orang tsb maka terjadilah imbas dari ‘ain kucing itu..

Oleh karenanya apabila orang tsb memberikan sesuatu yg dpt menghilangkan rasa laparnya itu jauh lbh baik.

Pengobatannya :
Dari info yang ibu berikan insyaa Allah yg ibu rasakan ada psikis dan ain, jinnya masuk melalui pintu sedih, taubati rasa sedihnya dan ruqyah mandiri, kemudian ambil bekas tempat kucingnya pakai tisue masukan ke air lalu mandi maka insyaa Allah gangguan akan hilang, semoga bermanfaat

Narasumber : Muhammad Hafidz (Ruqyah Syar’iyah-Tangerang)

Tips untuk Istiqomah Tahajjud

tahajud2
credit to: Pinterest

Beberapa kali ikut kajian fiqih sunnah dan selalu dibahas tentang shalat malam (Qiyamullail) dan diantara shalat malam itu salah satunya adalah shalat tahajud. Waktu shalat malam sendiri dibeberapa hadist shahih dibagi menjadi 3 bagian namun semua hadist shahih mengatakan waktu setelah Isya sudah termasuk shalat malam jadi tidak harus tidur terlebih dahulu. berikut ini ada beberapa TIPS yang bisa dilakukan jika Anda ingin istiqamah shalat malam karena keutamaannya (Saya pun sedang belajar untuk istiqamah) dan saya ingin berbagi tips berikut ini yang saya dapat dari salah satu grup Ruqyah syar’iyyah :

Tahap awal :
Untuk tahap awal witir saja setelah shalat Isya karena shalat Witir itu ganjil jadi Anda bisa hanya shalat 1 rakaat saja, usahakan 40 malam berturut-turut

Tahap kedua :
usahakan seperti Sahabat Rasul Abu Bakar yaitu Tahajud dan witir sebelum tidur dan usahakan 40 malam berturut-turut.

Sambil proses menuju 1/3 malam terakhir…

Tahap ketiga :
Bisa campuran tahap kedua (Shalat tahajud dan witir sebelum tidur) dan usahakan bangun disertai tambahan tahajjud di 1/3 malam terakhir

Tahap keempat :
Berusaha untuk bisa di 1/3 malam terakhir antara jam 2 malam sampai sebelum adzan shubuh 😀😀😀😀😀😀😀😀 (Tambahan dari saya : kenapa pagi sekali?karena disunnahkan setelah shalat tahajud dan witir selesai, tidur sejenak sambil menunggu adzan Subuh…tapi jangan sampai ketiduran yaa hehe)

sebaiknya usahakan dulu istiqomah di tahap 2
Sebelum tidur shalat tahajjud 2 rakaat salam dan Witir 1 rakaat salam. Usahakan bisa istiqomah 40 malam tanpa putus

Usahakan jika kesiangan shalat malam namun mendekati waktu subuh maka cukup tambah tahajudnya saja.

Semoga bisa Istiqomah Qiyamul Lail.

Narasumber : Abu Azka

Bidadari yg sdg Menyamar

Hasil gambar untuk bidadari surga

Ibnu Qayyim menyebutkan dalam sebuah hadist sahih dalam Musnad Imam Ahmad, bahwa ketika seorang suami beristrikan Hur‘ain (bidadari), kemudian pada saat itu akan datang seorang wanita lain yg kecantikan dan keelokannya mampu membuat seorang raja melupakan wanita-wanita lainnya.

Siapa Wanita itu ?

Ternyata wanita tersebut adalah istrinya selama di dunia. Itulah keistimewaan para istri di Surga, dia akan menjadi RATU dari para Hur‘ain (bidadari). Lalu, Ibnu Qayyim mengatakan “Apakah seorang raja pernah memikirkan para pelayan-pelayannya dihadapan Ratunya…?” Tentu tdk !
Jadi, Allah akan memberikan pada istri kecantikan yg luar biasa jauh melebihi para bidadari.

Kira-kira, kenapa bisa begitu ?

Ibnu Qayyim menjelaskan, “Karena Hur‘ain (bidadari) tidak pernah menghadapi kesulitan yg dirasakan wanita dunia. Mereka tidak pernah berjuang di jalan Allah, tidak pernah dicemooh orang karena mengenakan hijab, tidak pernah merasakan sulitnya patuh pada suami dan lain-lain”

Mengenai keistimewaan istri (wanita) di surga dibandingkan Bidadari, Rasulullah SAW melalui haditsnya menyebutkan :

“Sungguh tutup kepala salah seorang wanita surga itu lebih baik daripada dunia & seisinya.”
(HR. Bukhari & Muslim)

Bahkan dlm hadits yg lain disebutkan pula bahwa wanita dunia yg sholihah lbh utama daripada bidadari surga.

Dari Ummu Salamah ra, ia berkata, “Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, manakah yg lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yg bermata jeli?”
Beliau shallallahu’‘alaihi wa sallam menjawab : “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yg bermata jeli, spt kelebihan apa yg tampak daripada apa yg tidak tampak.”

Kemudian saya bertanya lagi, “Karena apa wanita dunia lbh utama drpd para bidadari ?”
Lalu Beliau menjawab : “Krn shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kpd Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutra, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning²an , sanggulnya mutiara & sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, “Kami hidup abadi dan tdk mati, kami lemah lembut & tdk jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tdk beranjak sama sekali, kami ridha dan tdk pernah ber-sungut² sama sekali. Berbahagialah org yg memiliki kami & kami memilikinya.”
(HR. Ath Thabrani)

Masya Allah, sungguh ini sebuah kemuliaan yg diberikan kpd kaum wanita khusus nya para istri, derajat mereka bisa menjadi lbh mulia drpd bidadari surga, mereka akan menjadi ‘Ratu Bidadari Surga’.

Saudaraku yg dirahmati Allah SWT

Utk para kaum wanita, jgn sia²kan kesempatan utk menjadi Ratu² Bidadari di surga.
Ingat, stlh meninggal tdk ada lagi kesempatan utk kembali ke dunia lagi…

Bagi para istri, marilah berlomba² agar bisa menjadi istri yg sholihah di dunia agar menjadi Ratu di Surga…

(Ibn al-Qayyim menjelaskan ini dlm kitabnya Raudhatu al-Muhibbin)

Selamat beraktifitas, smg kita semua dlm keadaan sehat, segar, bugar dan berbahagia selalu. Aamiin.

Mari kita saling mengingatkan dlm hal kebaikan dgn penuh kebenaran dan kesabaran.

Sumber : Group W.A

Lihatlah Sejenak Hubungan Pertemanan Kalian

Hasil gambar untuk teman
Apakah engkau memiliki banyak sahabat..? Banyak pertemanan..?
Berapakah jumlah yang engkau miliki..?
5 orang..?
20 orang..?
30 orang..?
Atau 100 orang..?
Atau bahkan hingga lebih 1000 orang..?
Saudaraku sebanyak apapun teman yang engkau miliki, atau yang engkau akrab dengan mereka, tetapi JIKA :
  • Tidak ada satupun yang mengajakmu dalam kebaikan.
  • Tidak satupun yang mengajakmu serta mengingatkanmu “hijrah” kearah yang lebih baik.
  • Tidak satupun yang mengajakmu mengenal sunnah-sunnah Nabi shalallahu alaihi wasallam yang disampaikan dalam riwayat hadits-hadits shohihnya.
  • Tidak satupun yang mengajakmu berangkat ke kajian untuk menuntut ilmu agama.
  • Tidak satupun mengingatkanmu untuk menegurmu agar menunaikan sholat.
  • Bahkan tidak satupun yang mengajakmu ingat kepada Allah.
Jika benar demikian, ketahuilah wahai saudaraku bahwa persahabatan kalian sebenarnya dalam kondisi yang tidak baik, meskipun kalian memandangnya baik (baik itu dengan alasan hobi, kesenangan dan lainnya), karena persahabatan tersebut hakikatnya hanya akan menjadikan permusuhan bagi kalian di hari kiamat!
Allah berfirman :
 اَلْاَخِلَّاۤءُ يَوْمَئِذٍۢ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ اِلَّا الْمُتَّقِيْنَ
 “Teman-teman karib pada hari itu (kiamat) nanti saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa.” (Qs. Az-Zukhruf 67)
Ibnu Katsir rahimahullah berkata :
“Bahwa setiap persahabatan yang dilandasi cinta karena selain Allah, maka pada hari kiamat nanti akan kembali dalam keadaan saling bermusuhan. Kecuali persahabatannya dilandasi cinta karena Allah, inilah yang kekal selamanya.” (Tafsir Ibnu Katsir) .
Maka jika hubungan persahabatan yang tidak didasari oleh niat cinta karena Allah, dimana di dalamnya tidak ada saling menasehati karna Allah, tidak ada saling mengajak hijrah kembali dijalan Allah.. maka kelak pada hari kiamat nanti hal itu hanya akan kembali dalam keadaan saling bermusuhan
Karena yang hanya akan kekal sampai hari kiamat kelak adalah persahabatan yang dimana isinya saling menasehati, saling mengingatkan dalam ketakwaan dan saling mengajak kembali ke jalan Allah.
Dan itulah persahabatan yang tidak pernah akan ada kerugian didalamnya.
Allah berfirman :
 وَالْعَصْرِ (١) اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍ (٢) اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ(٣)
 artinya :
“(1) Demi masa. (2) Sungguh, manusia berada dalam kerugian, (3) KECUALI orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” (Qs. Al-‘Asr 1-3)
Saudaraku, mari segera kita perbaiki lingkungan pertemanan kita, carilah lingkungan yang baik (yang sholih dan sholihah)..
  1.  Yang selalu mengingatkanmu dan saling menasihati dijalan Allah
  2.  Yang berani menegurmu jika engkau salah
  3.  Yang berani mengajakmu untuk menuntut ilmu agama
  4.  Yang berani ‘nge-tag’ berisi postingan-postingan yang bermanfaat bagi agamamu
  5.  Bahkan yang berani share tentang peringatan-peringatan yang berisi kebaikan untuk mengajakmu kembali kejalanNya Dan yang tidak bosan menegurmu agar senantiasa memperbaiki diri agar lebih baik.
Persahabatan yang sedikit tetapi peduli akan akhiratmu itu amat jauh lebih baik dibandingkan persahabatan yang banyak jumlahnya tetapi tidak ada yang mempedulikan akhiratmu.
Imam Syafi’i berkata :
“Jika engkau punya teman (yang selalu membantumu dalam ketaatan kepada Allah) maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau melepaskannya. Karena mencari ‘teman baik’ itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali.”
Ingatlah saudaraku, Biasakanlah mengikuti hal yang benar (dalam mensikapi), bukan membenarkan apa yang biasa dilakukan.
Ana uhibbukum fillah ( Saya mencintai kalian karena Allah )
Sumber : Group WhatsApp

Aqiqah dan Timbangan Rambut

Syaikh Ibrahim bin Muhammad bin Salim bin Dhoyyan berkata :

“Dan disunnahkan mencukur rambut bayi, bersedekah dengan perak seberat timbangan rambutnya dan diberi nama pada hari ketujuhnya. Masih ada ulama yang menerangkan tentang sunnahnya amalan tersebut (bersedekah dengan perak), seperti: al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani, Imam Ahmad, dan lain-lain.”

Hadist no.6: Dari Fatimah binti Muhammad ketika melahirkan Hasan, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak kepada orang miskin seberat timbangan rambutnya.” [Sanadnya Hasan, HR Ahmad (6/390), Thabrani dalam Mu’jamul Kabir 1/121/2, dan al-Baihaqi (9/304) dari Syuraiq dari Abdillah bin Muhammad bin Uqoil]

Bersedekah dengan Perak Seberat Timbangan Rambut

Syaikh Ibrahim bin Muhammad bin Salim bin Dhoyyan berkata: “Dan disunnahkan mencukur rambut bayi, bersedekah dengan perak seberat timbangan rambutnya dan diberi nama pada hari ketujuhnya. Masih ada ulama yang menerangkan tentang sunnahnya amalan tersebut (bersedekah dengan perak), seperti: al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani, Imam Ahmad, dan lain-lain.”

Adapun hadist tentang perintah untuk bersedekah dengan emas, ini adalah hadits dhoif.

Assalamu’alaikum wr.wb

Ustadz, saya ingin bertanya mengenai shodaqoh emas/perak seberat rambut bayi yang dicukur… apakah rambutnya harus dicukur habis ?
Dan apakah shodaqoh yang diberikan harus dalam bentuk emas/perak..atau apakah bisa dikurskan dengan nilai rupiah sesuai harga emas/perak saat itu…. dan sebaiknya diberikan pada siapa Ustadz…

Jazakillah,
Wassalamu’alaikum

Fitri

Jawaban:

Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh

Alhamdulillahi rabbil `alamin, washshalatu wassalamu `ala sayyidil mursalin, wa ba`du,

Mencukur rambut bayi merupakan sunah Mu�akkad, baik untuk bayi laki-laki maupun bayi perempuan yang pelaksanaannya dilakukan pada hari ketujuh dari kelahiran dan alangkah lebih baik jika dilaksanakan berbarengan dengan aqiqah. Hal tersebut, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: Rasulullah SAW bersabda: �Setiap yang dilahirkan tergadai dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh dari kelahirannya dan dicukur rambutnya serta diberi nama� (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan)

Dalam riwayat yang lain Rasulullah SAW bersabda : �Hilangkan darinya kotoran� (HR. Al-Bazzar) Ibnu sirin ketika mengomentari hadis tersebut berkata: �Jika yang dimaksud dengan kotoran tersebut adalah bukan mencukur rambut, aku tidak mengetahui apa maksudnya dengan hadis tersebut (fathul Bari)

Dalam mencukur tersebut disunahkan untuk mencukur sampai habis karena dalam lafadz hadis menggunkan kata Al-Halq yang berarti menggunduli. Kita tidak perlu khawatir bahwa hal tersebut akan membahayakan jiwa bayi yang baru lahir. Justeru sebaliknya banyak faedah yang didapatkan oleh bayi dengan dicukur rambutnya sampai habis.

Mengenai faedah dari mencukur rambut bayi tersebut, Ibnu Al-Qoyyim berkata: �Mencukur rambut adalah pelaksanaan perintah Rasulullah SAW untuk menghilangkan kotoran. Dengan hal tersebut kita membuang rambut yang jelek/lemah dengan rambut yang kuat dan lebih bermanfaat bagi kepala dan lebih meringankan untuk si bayi. Dan hal tersebut berguna untuk membuka lubang pori-pori yang ada di kepala supaya gelombang panas bisa keluar melaluinya dengan mudah dimana hal tersebut sangat bermanfaat untuk menguatkan indera penglihatan, penciuman dan pendengaran si bayi� (Athiflu Wa Ahkamuhu, hal 203-204)

Kemudian rambut yang telah dipotong tersebut ditimbang dan kita disunahkan untuk bersedekah dengan emas/perak atau nilainya sesuai dengan berat timbangan rambut bayi tersebut. Ini sesuai dengan perintah Rasulullah SAW kepada puterinya fatimah RA : �Hai Fatimah, cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak sesuai dengan berat timbangan rambutnya kepada fakir miskin� (HR Tirmidzi 1519 dan Al-Hakim 4/237)

Emas/perak atau nilai uangnya tersebut disedekahkan kepada fakir miskin sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT.

Dalam pelaksanaan mencukur rambut, perlu diperhatikan larangan Rasulullah SAW untuk melakukan Al-Qaz�u, yaitu mecukur sebagian rambut dan membiarkan yang lainnya (HR. Bukhori Muslim). Ada sejumlah gaya mencukur rambut yang termasuk Al-Qaz�u tersebut :
a. Mencukur rambut secara acak di sana-sini tak beraturan. b. Mencukur rambut bagian tengahnya saja dan membiarkan rambut di sisi kepalanya. c. Mencukur rambut bagian sisi kepala dan membiarkan bagian tengahnya d. Mencukur rambut bagian depan dan membiarkan bagian belakan atau sebaliknya.

Demikianlah tuntunan Rasulullah SAW dalam hal mencukur rambut bayi yang baru lahir, mudah-mudahan kita semua diberi hidayah oleh Alloh SWT agar terus bisa menghidupkan sunah Rasulullah SAW tersebut. Amien.

Wallahu a`lam bishshowab. Wassalamu `alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

sumber : http://www.syariahonline.com/new_index.php/id/6/cn/4422

Mengikis kesombongan

Penulis:(Sarah Handayani)

Sombong berpangkal pada ujub. Hati yang ujub tinggal selangkah menjadi sombong. Mengikis kesombongan sangat penting bagi keselamatan hidup di dunia dan akhirat.

Dari ujub lahir kesombongan dan dari kesombongan lahir banyak keburukan yang nyata. Ujub adalah kekaguman seseorang terhadap dirinya sendiri. Misalnya, ujub terhadap ibadah yang telah dilakukannya, ujub terhadap usaha yang sudah diupayakan, dan hal lain yang terkait dengan kebanggaan terhadap apa yang telah dilakukan dirinya sendiri. Karenanya Ujub tidak menuntut adanya orang yang diujubi. Bila hanya ada satu orang saja di dunia ini. Ujub tetap mungkin muncul.
Sementara Rasulullah saw mendefinisikan kesombongan sebagai ‘melecehkan orang dan menolak kebenaran’. Artinya, kesombongan merupakan persoalan yang terkait dengan kehidupan bermasyarakat sekaligus berhubungan dengan Allah swt. Dengan kata lain, sombong menuntut adanya orang yang disombongi dan hal yang dipakai untuk bersombong. Misalnya, menyombongkan kekayaan, kecantikan, kepintaran kepada orang lain.

Perangai batin
Jenis kesombongan ada dua, yaitu zahir dan batin. Kesombongan zahir adalah perbuatan yang lahir dari anggota badan. Sedangkan kesombongan batin adalah perangai di dalam jiwa. Namun, Said Hawwa, seorang ulama besar di Mesir, dalam bukunya ‘Mensucikan Jiwa’, berpendapat bahwa istilah kesombongan lebih tepat sebagai perangai batin, karena amal perbuatan merupakan hasil dari perangai tersebut. Bila perangainya nampak di dalam anggota badan disebut berlaku sombong (takabbur). Bila tidak nampak maka disebut sebagai kesombongan (kibr).

Banyak perbuatan yang timbul dari kesombongan. Semakin besar kesombongan di dalam hati, maka semakin nyata bentuknya. Kesombongan dapat berwujud ingin selalu dihormati dan mendapat pelayanan serta tempat yang istimewa, tidak mau memulai mengucapkan salam terlebih dahulu, tidak mau mendengar nasihat untuk dirinya sendiri, jika ucapannya dibantah ia akan marah, memandang rendah orang lain dan lain-lain.

Kesombongan biasanya disebabkan karena orang menganggap dirinya besar. Anggapan ini didasarkan pada keyakinan akan kesempurnaan diri sendiri. Menurut Said Hawwa, setidaknya ada tujuh hal yang seringkali menjadi penyebab kesombongan, yaitu karena ilmu pengetahuan, amal dan ibadah, nasab keturunan, kecantikan, harta kekayaan, kekuatan dan keperkasaan, adanya pengikut atau pendukung.

Pihak yang disombongi
Secara umum, ada tiga pihak yang disombongi oleh seseorang, yaitu Allah, para Rasul dan seluruh makhluk ciptaan Allah. Pertama , sombong kepada Allah swt. Sombong kepada Allah swt adalah bentuk kesombongan yang paling keji karena seperti yang dikatakan oleh Rasulullah saw, ia termasuk kategori menolak kebenaran.

Salah satu contoh sombong kepada Allah swt adalah seperti yang dilakukan oleh Fir’aun. Orang yang sombong kepada Allah swt mendapat kepastian akan balasan neraka jahanam sebagaimana yang Allah swt tegaskan di dalam firmannya surat Fathir ayat 60, yaitu “Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepadaku, mereka akan masuk neraka jahanam dengan hina dina.”

Kedua , sombong kepada para Rasul. Bentuk kesombongan kepada para Rasul adalah keengganan jiwa untuk mematuhi dan meneladani kehidupan mereka. Salah satu bentuk kesombongan kepada para Rasul adalah seperti yang dilakukan oleh kaum kafir Quraisy yang enggan beriman kepada Nabi Muhammad saw. Kesombongan mereka terekam di dalam Al Quran surat Az Zukhruf ayat 31, yaitu “ Mengapa al-Qur’an ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeri (Mekkah dan Thaif) ini?”

Adapun Fir’aun sombong terhadap Allah swt sekaligus terhadap para RasulNya. Sebagaimana diungkapkan Allah swt di dalam Al Quran pada beberapa ayat berikut ini. “Berkatalah orang-orang yang tidak menanti-nanti pertemuan dengan kami: Mengapakah tidak diturunkan kepada kita malaikat atau (mengapa) kita tidak melihat Tuhan kita?” Sesungguhnya mereka memandang besar tentang diri mereka dan mereka benar-benar telah melampaui batas (dalam melakukan ) kezhaliman.”(Al Furqon : 21). Dalam surat Az Zukhruf ayat 53 Fir’aun mengatakan “Atau malaikat datang bersama-sama dia untuk mengiringkannya.”

Ketiga , sombong kepada seluruh makhluk ciptaan Allah swt. Bentuk kesombongan kepada makhluk ciptaan Allah swt yaitu menganggap diri lebih terhormat dan melecehkan orang lain sehingga tidak mau patuh terhadap mereka, meremehkannya dan tidak mau sejajar dengan orang lain. Sikap tersebut sesungguhnya bertentangan dengan firman Allah swt dalam hadits qudsi berikut ini, “Kebesaran adalah kain sarungKu dan kesombongan adalah kain selendangku. Barangsiapa melawan Aku pada keduanya niscaya Aku menghancurkannya.”

Pengikis kesombongan
Karena kesombongan termasuk hal yang membinasakan seluruh amalan perlu upaya serius untuk mengikis kesombongan yaitu dengan pengobatan kesombongan. Said Hawwa mengelompokkan ada dua kelompok dalam pengobatan untuk mengikis kesombongan ini. Pertama , pengobatan yang mengikis habis akar kesombongan dan mencabut pohonnya. Kedua, pengobatan untuk menolak kesombongan dengan faktor-faktor khusus yang dipakai manusia untuk menyombongkan dirinya dengan orang lain.

Sebagai terapi untuk mengikis kesombongan ada lima latihan yang dapat dilakukan :

Latihan pertama, berupaya untuk dapat menerima pendapat orang lain, ikhlas menerima kritik dan nasihat dari orang lain. Jika suatu kebenaran terungkap dari lisan temannya kemudian ia merasa berat untuk menerimanya, mematuhi atau mengakui, maka kemungkinan di dalam dirinya ada kesombongan yang tertimbun. Ia harus takut kepada Allah swt karena hal itu dan berupaya untuk menghilangkannya. Ingatlah, bahwa kesombongan tidak layak kecuali bagi Allah swt.

Latihan kedua, berupayalah untuk mendahulukan orang lain, seperti berjalan di belakang mereka, mendahulukan orang untuk mendapatkan giliran. Bila hal ini masih berat untuk dilakukan maka ia harus berupaya untuk menghilangkan rasa keberatan tersebut.

Latihan ketiga , penuhilah undangan orang miskin dan membantu keperluannya. Bila hal ini masih berat, maka berupayalah untuk menghilangkan keberatan tersebut dengan terus mengupayakan latihan tersebut sampai keberatan tersebut hilang.

Latihan keempat, lakukan pekerjaan yang biasa dilakukan oleh ‘bawahan’ untuk diri anda sendiri, seperti membuatkan minum, membawakan tas dan keperluan lainnya, membersihkan rumah atau tempat kerja. Masih adakah keengganan dan keberatan anda terhadap pekerjaan tersebut?

Latihan kelima, pakailah pakaian buruk. Karena keengganan jiwa memakai pakaian buruk di hadapan umum merupakan riya’ sedangkan di tempat sepi merupakan kesombongan.

Sesungguhnya, kesombongan merupakan penghalang masuknya seorang hamba ke dalam surga. Mengikis kesombongan di dalam hati setiap manusia menjadi suatu upaya yang senantiasa harus dilakukan setiap hamba yang beriman. Wallahu alam bishawab.

http://www.ummigroup.co.id/ummi/lengkap.php?id=75

Posting pertamaku

Bismillahirahmanirrahim

Alhamdullilah akhirnya bisa buat blog kumpulan tausiyah….
ini adalah blog ke 3 yang aku buat….yg pertama lupa password :D, yang kedua blog rahasiaku…dan yang ketiga ini sengaja aku buat lagi untuk menampung kumpulan-kumpulan tausiyah yang aku ambil dari berbagai sumber 🙂

mudah-mudahan bermanfaat….
dan mudah-mudahan ga males UPDATE!!!hehehe

Powered by WordPress.com.

Up ↑